Riau Akan Dijadikan Pusat Peternakan 1 Juta Ekor Sapi
Selasa, 19 Sep 2006 15:14 WIB
Pekanbaru - Provinsi Riau akan dijadikan pusat peternakan sapi satu juta ekor untuk memenuhi kebutuhan daging secara nasional. Program satu juta ekor ini akan terlaksana sampai tahun 2010 mendatang.Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Peternakan Provinsi Riau, Marzuki Husein kepada detikcom, Selasa (19/9/2006) di sela-sela seminar 'Integrasi Lembu-Kelapa Sawit' di Hotel Aryaduta, Jl Diponegoro, Pekanbaru. Seminar ini bersama dengan pihak Menteri Pertanian dan Industri Asas Tani, Malaysia.Marzuki menyebut, peternakan sapi untuk 1 juta ekor ini akan dimulai pada akhir tahun ini. Sedangkan pihak Malaysia sendiri, dari sekarang hingga tahun 2015, ingin menciptakan peternakan sapi sebanyak 1,5 juta ekor di negaranya."Kerjasama kita dengan Malaysia ini saling mengisi dalam mengembangkan peternakan sapi. Investor Malaysia kita beri kesempatan untuk menanamkan investasinya di Riau dan sebaliknya. Tentunya prosedur penanaman investasi ini akan dipermudah pemerintah daerah," kata Marzuki.Untuk tahap awal, melalui Departeman Pertanian RI, akan menginvestasikan dana Rp 1 miliar di Riau. Untuk tahap awal ini dana dipergunakan untuk modal sapi yang akan digandakan. "Artinya, dana Rp 1 miliar khusus dibelikan jenis sapi betina agar bisa dikembangbiakkan," kata Marzuki.Kerjasama integrasi lembu dan kelapa sawit ini, tentunya akan bekerjasama dengan pihak perusahaan perkebunan kelapa sawit di Riau. Potensi luasnya perkebunan sawit di Riau, sangat memungkinkan untuk pengembangan peternakan sapi."Tahap awal Pemerintah Provinsi Riau lewat dana ABPD tahun 2006 ini, akan menyediakan 1.700 ekor sapi penggandaan. Dari jumlah itu, sekitar 700 ekor akan kita impor sapi dari Australia untuk dijadikan induk penggandaan," terang Marzuki.Marzuki menerangkan, peternakan sapi satu juta ekor ini guna memenuhi kebutuhan daging dalam negeri. Di mana selama ini Indonesia mengimpor sapi sekitar 750 ribu ekor per tahunnya."Sedangkan kebutuhan untuk Riau sendiri sekitar 80 ekor sampai 120 ekor sapi per harinya. Sedangkan kemampuan produksi sapi di Riau hanya mampu memenuhi 17 persen dari kebutuhan yang ada. Karena itu kita secara nasional akan dijadikan pusat peternakan sapi," kata Marzuki.Peternakan sapi ini, katanya, nantinya melibatkan kelompok tani dari para pekerja perusahaan perkebunan kelapa sawit. Untuk satu kelompok tani yang terdiri 10 orang, akan diberikan 50 ekor sapi."Para petani sendiri nantinya mendapat dana kredit lewat bank yang sudah ditentukan pemerintah. Sedangkan bunga yang kita berikan relatif rendah hanya 12 persen setahun. Diharapkan dengan peternakan sapi ini bisa mengurangi angka kemiskinan di Riau," kata Marzuki.
(qom/sss)











































