Pemerintah Keluarkan Jaminan Proyek Listrik 10 Ribu MW
Rabu, 20 Sep 2006 17:20 WIB
Jakarta - Pemerintah secara resmi mengeluarkan support letter yang memberikan jaminan kepada para investor yang akan ikut membangun pembangkit listrik berbahan bakar batubara 10 ribu mega watt (MW). Pengumuman akan dikeluarkannya support letter itu disampaikan langsung kepada para calon investor yang telah lulus prakualifikasi dalam proses tender itu.Penyampaian rencana jaminan pemerintah itu dilaksanakan di Kantor PT Indonesia Power, Jalan Gatot Subroto Jakarta, Rabu (20/9/2006). Hadir dalam penyampaian itu Ketua Tim Percepatan Pembangunan Pembangkit Listrik Berbahan Bakar Batubara 10 Ribu MW, Yogo Pratomo dan Direktur Keuangan PLN Parno Isworo.Dirjen Perbendaharaan Negara Departemen Keuangan Mulia T Nasution yang dijadwalkan hadir dan akan mengumumukan jaminan ini ternyata tidak dapat hadir.Yogo mengaku tidak tahu penyebab ketidakhadiran Mulia pada sore ini. "Saya tidak tahu, sebab saya saja diundang. Yang mengundang adalah PLN," kata Yogo.Jaminan yang dikeluarkan pemerintah ini adalah jawaban atas keinginan para investor agar pemerintah memberikan kepastian dukungan terhadap proyek itu. Jaiminan itu akan dikeluarkan oleh pemerintah melalui Menteri Keuangan.Yogo mengatakan, pemberian jaminan ini akan ditetapkan melalui Peraturan Presiden (Perpres) yang saat ini masih dalam proses penyelesaian. "Surat ini merupakan permintaan para lender yang meminta government support. Nantinya support itu diberikan kepada PLN untuk membayar pinjaman dari para lender," ujarnya.Penerbitan Perpres itu nantinya agar tidak bertentangan dengan Keppres Nomor 59 Tahun 1972 soal larangan pemerintah memberikan jaminan kepada pinjaman dengan skema businees to business. "Agar peraturan ini nantinya tidak bertabrakan," katanya.Dalam dokumen yang didapat detikcom jaminan pemerintah itu termasuk untuk proyek PLN 10 Ribu MW yang terdiri dari pembangkit, transmisi, dan distribusi 2006-2010 sebesar Rp 170 triliun. Dari dana sebesar itu sebesar 56 persennya untuk pembangkitan.Investasi itu akan dibiayai oleh pinjaman ECA's sebesar Rp 79 triliun, penerbitan obligasi sebesar Rp 33 triliun dan dana internal PLN Rp 59 triliun. Sumber pendanaan berasal dari pinjaman luar negeri dalam bentuk kredit ekspor yang dapat berupa buyers credit dan sumber pendanaan PLN yang diperoleh dari penerbitan obligasi internasional sebesar US$ 1 miliar.Saat ini terdapat 4 konsorsium yang telah menyatakan keinginannya untuk memberikan kredit ekspor yakni Cina, Jerman, Jepang, dan Prancis.
(ir/ir)











































