Hot Money Tekan Harga Minyak
Sabtu, 23 Sep 2006 12:20 WIB
New York - Harga minyak dunia terus turun seiring suplai yang berlebih dan meredanya suhu geopolitik. Dan yang terpenting, sebagian hot money telah keluar dari pasar komoditas minyak.Analis dari Fimat AS, John Kilduff seperti dikutip dari AFP, Sabtu (23/9/2006) mengatakan, sebagian dana-dana spekulatif telah keluar dari pasar minyak akhir-akhir ini. Hal itu telah mengurangi tekanan atas harga minyak.Kilduff menambahkan, sejauh ini belum diketahui berapa nilai hot money yang masih diinvestasikan pada komoditas minyak."Namun masih ada persepsi bahwa dana-dana yang spekulatif masih cukup banyak yang tersisa. Penurunan harga kemungkinan masih akan terus menekan hingga harga minyak di bawah US$ 60 pada pekan depan," ujarnya.Harga minyak dunia sepanjang pekan ini turun secara signifikan dan sempat menyentuh level di bawah US$ 60 per barel untuk pertama kalinya setelah enam bulan pada Kamis, 21 September lalu. Di New York, kontrak utama untuk minyak jenis light pengiriman November turun US$ 1,04 menjadi US$ 60,55 per barel. Sementara di London, minyak jenis Brent turun 93 sen menjadi US$ 60,41 dolar."Sepertinya pasar telah menemukan support di kisaran US$ 60 per barel, dan akan melakukan konsolidasi sebelum pergerakan yang lebih besar lagi," ujar Michael Davis, analis dari Sucden di London.Menurut Davies, ada beberapa sentimen yang menyokong turunnya harga minyak yakni terkait suplai dan situasi geopolitik yang cenderung mereda.
(qom/qom)











































