Surat Palsu Menneg BUMN Gentayangan

Surat Palsu Menneg BUMN Gentayangan

- detikFinance
Senin, 25 Sep 2006 11:35 WIB
Jakarta - Kementerian BUMN kembali dibikin pusing dengan maraknya surat palsu yang mengatasanamakan Menneg BUMN Sugiharto merekomendasikan sejumlah proyek.Kali ini surat yang bergentayangan adalah surat bernomor S-207/MBU tertanggal 11 September 2006 dari Menneg BUMN kepada Dirut Telkom Arwin Rasyid.Isi surat tersebut meminta Dirut Telkom memberikan sebagian pekerjaan pembangunan menara BTS Flexi kepada PT Cipta Pesona Dinamika Fortuna milik Lendo Novo, staf ahli Menneg BUMN.Kontan saja surat yang sudah mampir ke DPR itu membikin geram Kementerian BUMN. Sekretaris Menneg BUMN Said Didu langsung menegaskan, surat itu adalah palsu."Kami merasa sangat dirugikan dengan pemalsuan surat. Pemalsuan surat ini merupakan langkah sistem untuk character assassination (pembunuhan karakter) terhadap pimpinan dan lembaga BUMN," tegas Didu.Didu menggelar jumpa pers terhadap kasus pemalsuan surat itu, sebelum dirinya berangkat umroh hari ini, di Kantor Kementerian BUMN, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Senin (25/9/2006).Didu menjelaskan, dari tutur bahasa yang biasa dikeluarkan kantornya, surat tersebut jelas tidak memenuhi persyaratan birokrasi umum.Didu mengakui, pihaknya memang pernah mengeluarkan surat bernomor 207 pada bulan Mei 2006. Namun surat itu bukan merupakan klarifikasi tender menara BTS Flexi.Untuk membuat surat yang bertandatangan Menneg BUMN, ungkap Didu, prosesnya sangat panjang."Siapa yang mengonsep surat tersebut, mengetik surat tersebut dan siapa deputi terkait, pasti akan diketahui," imbuh Didu.Menindaklanjuti kasus ini, Didu meminta Biro Hukum BUMN untuk segera melaporkan hal ini ke polisi."Supaya berhenti surat-surat palsu ini, karena beberapa kali timbul surat-surat palsu yang seolah dikeluarkan kantor BUMN," tandas Didu. (ir/sss)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads