Elpiji Langka, Pertamina Pasrah
Senin, 25 Sep 2006 15:09 WIB
Jakarta - Pertamina mengaku tak bisa berbuat banyak terhadap kelangkaan elpiji di Surabaya yang menyebabkan harganya naik hingga berlipat-lipat. Bahkan Pertamina akan membatasi pasokan elpiji ke masyarakat. Waduh! "Ya nggak bisa apa-apa. Itu kan pasar, berlaku hukum supply dan demand," kata Direktur Utama Pertamina Ari Soemarno kepada wartawan saat diminta tanggapannya soal kelangkaan dan kenaikan harga elpiji di Gedung DPR/MPR Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (25/9/2006). Menurut Ari, kelangkaan elpiji di Surabaya dikarenakan masalah infrastrukturnya. "Pelabuhannya itu jadi satu sama pelabuhan BBM. Jadi kapalnya mesti gantian sehingga pemasukkan elpiji lewat kapal itu agak terganggu," ujarnya. Saat ini, kata Ari, Pertamina memang mengalami masalah keterbatasan infrastruktur, apalagi pada saat permintaan elpiji tengah naik. "Ke depan antisipasinya hanya bisa jangka panjang. Sekarang jangka mencegahnya kita coba suplai lewat darat," urainya. Mengenai harga elpiji yang naik hingga 25 persen seperti di Sumatera, Ari mengatakan hal itu dikarenakan masalah distribusi yang disebabkan naiknya permintaan elpiji. "Kita menghadapi kendala bukan main dalam elpiji. Kalau permintaan makin banyak, subsidi kita makin tinggi," ujarnya.Sebenarnya, lanjut dia, Pertamina ingin berupaya memenuhi permintaan namun itu tidak mungkin dilakukan. Malah Pertamina saat ini ingin membatasi pasokan elpijinya. "Jika ada peningkatan penjualan itu terpaksa kita akan batasi nanti. Karena makin banyak kita distribusi, makin rugi kita," cetusnya.
(qom/qom)











































