GAPMMI Minta Kenaikan BM Raw Sugar Ditunda Pasca-Lebaran
Rabu, 27 Sep 2006 12:41 WIB
Jakarta - Gabungan Asosiasi Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) meminta pemerintah menuda rencana kenaikan bea masuk (BM) raw sugar pada akhir September ini menjadi setelah Lebaran.Raw sugar atau gula kasar adalah gula kristal sakrosa yang dibuat dari tebu melalui proses defikasi yang tidak dapat langsung dikonsumsi oleh manusia sebelum diproses lebih lanjut. Gula kasar banyak digunakan untuk kalangan industri.Penundaan tersebut dimaksudkan untuk menekan harga bahan makanan dan minuman di bulan puasa dan lebaran yang permintaannya melonjak.Kenaikan BM raw sugar justru dikhawatirkan bisa langsung memicu kenaikan harga makanan dan minuman yang akan memberatkan konsumen."Yang perlu diperhatikan pemerintah adalah selesainya batas waktu bea masuk raw sugar dari nol persen pada akhir September ini," kata Ketua GAPMMI Thomas Dharmawan.Hal itu diungkapkan Thomas di sela acara Gelar Tenun Tradisional Indonesia di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Rabu (27/9/2006).Menurut Thomas, apabila BM raw sugar dicabut maka harga bahan baku gula untuk industri akan naik."Maka itu GAPMMI meminta pemerintah memperpanjang bea masuk raw sugar nol persen hingga akhir Lebaran agar tidak ada lonjakan harga di saat Lebaran," tutur Thomas.Harga StabilThomas juga menjamin, harga makanan dan minuman pabrikan tidak akan naik selama puasa dan Lebaran.Sebaliknya pengusaha makanan dan minuman akan menambah produksi hingga 25 persen untuk mengantisipasi tingginya permintaan saat puasa dan Lebaran."Yang sudah menyatakan menambah produksi adalah pabrik biskuit, sirup, makanan kaleng dan roti-rotian," ungkap Thomas.Mengenai permintaan bahan makanan dan minuman untuk pesanan parsel, Thomas memperkirakan tahun ini hampir sama dengan tahun lalu, yang masih turun dibanding 2004 karena imbauan pemerintah agar pejabat tidak menerima parsel.
(ir/sss)











































