Paskah: PLN Udah Nggak Bener
Kamis, 28 Sep 2006 13:38 WIB
Jakarta - Proyek-proyek PLN yang terkesan awut-awutan membuat Menneg PPN/Kepala Bappenas Paskah Suzetta kesal. Paskah meminta agar PLN mengonsolidasikan program pembangunan pembangkit listriknya.Kekesalan Paskah itu bermula saat dirinya membaca kabar tentang rencana PLN membangun PLTU di Takalar, Sultra. Proyek itu di luar proyek pembangunan pembangkit 10 ribu megawatt (MW) atau dikenal dengan crash program."Pemerintah harus memberikan penjaminan bagi IPP, tapi di satu sisi, PLN juga teryata masih mengajukan pembiayaan untuk yang reguler," ujar Paskah usai mengikuti rapat tentang penanganan pascagempa Yogya di Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (28/9/2006)."Seperti yang saya baca di salah satu media, bahwa akan ada pembiayaan untuk Takalar dari Spanyol sebesar US$ 267 juta. Ini sebetulnya Bappenas belum merekomendir, tetapi PLN sudah melakukan ekspos," cetus Paskah.Paskah meminta PLN menyampaikan secara terbuka semua program pembangunan pembangkitnya dan tidak ada yang ditutup-tutupi. PLN juga harus memprioritaskan program pembangunan 10 ribu MW."Kini PLN harus betul-betul transparan. Saya melihat ada ketidaktransparanan. PLN harus konsolidasi dalam program-programnya, jangan tumpang tindih, mana yang crash program, dan mana yang reguler," tegasnya.PLN diminta untuk melakukan konsolidasi dan menyampaikan mana yang merupakan program reguler, dan mana yang merupakan Independent Power Producer (IPP). Paskah meminta agar PLN memprioritaskan proyek 10 ribu MW."PLN udah nggak bener nih, mending di IPP-kan dulu," tandasnya.
(qom/sss)











































