Ramadan, Harga Beras di Semarang Cenderung Turun
Kamis, 28 Sep 2006 19:26 WIB
Semarang - Masuk Bulan Ramadan, harga beras di Semarang cenderung turun. Penurunan harga berkisar Rp 200 - Rp 300 per kilogram untuk semua jenis beras. "Biasanya memang seperti itu, harga beras turun ketika memasuki bulan Ramadan. Dua minggu menjelang Lebaran, harganya baru naik," kata Ketua Asosiasi Perberasan Indonesia Jateng Pranowo Tedjo Kusumo ketika ditemui di kiosnya, Jalan Dargo Semarang, Kamis (28/9/2006). Pranowo menyebutkan, penurunan harga terjadi pada seminggu sebelum bulan Ramadan. Beras jenis C4 yang biasanya dijual seharga Rp 4.100/kg turun menjadi Rp Rp 3.800/kg. Kemudian, beras Mentik turun dari Rp 4.400 menjadi Rp 4.000. Meski harganya sedikit turun, para pedagang tetap terus mendatangkan beras. Kemungkinan besar, mereka ingin mempersiapkan diri menyambut lonjakan harga ketika Lebaran hampir tiba. Pranowo mencontohkan, hari ini 15 ton beras dari Cirebon tiba di Semarang. Beras lokal itu langsung di arahkan ke Pasar Dargo sebagai pusat perberasan di Semarang dan Jateng. Dari pasar itu, pedagang mendistribusikan ke pasar lain atau daerah lain. Ketika ditanya soal kemungkinan adanya beras impor, Pranowo menegaskan, pihaknya yakin beras luar negeri tak akan masuk ke Semarang atau Jateng. "Saya jamin, tak ada beras impor yang masuk sini. Silahkan lihat-lihat kalau mau membuktikan," katanya. Pranowo dan sejumlah pedagang tampak tak terganggu kedatang anggota DPRD Jateng yang melakukan inspeksi mendadak (sidak). Mereka tetap bekerja seperti biasanya. Beberapa pedagang menjawab setiap pertanyaan wakil rakyat itu. Setelah tak menemukan beras impor, anggota DPRD dari Komisi B itu mengambil sedikit beras sebagai sampel. Dari Pasar Dargo Semarang, mereka melanjutkan sidak-nya ke Ungaran, Boyolali dan Solo. Langkah itu diambil untuk memantau kemungkinan adanya beras impor di Jateng.
(jon/jon)











































