Waspadai Impor Beras, Pemprov Jateng Bentuk Tim

Waspadai Impor Beras, Pemprov Jateng Bentuk Tim

- detikFinance
Kamis, 28 Sep 2006 19:39 WIB
Semarang - Isu masuknya beras impor asal Vietnam sebesar 500 ton ke Jawa Tengah melalui Brebes membuat pemerintah daerah bertindak cepat. Mereka langsung membentuk tim penanggulangan yang terdiri dari Disperindag, Polda, dan Dispertan.Gubernur Jawa Tengah Mardiyanto menyatakan, pembentukan itu dilakukan setelah muncul isu masuknya beras impor. Sebagai daerah surplus beras, beras impor tak akan memberi pengaruh apa pun selain merugikan kepentingan petani lokal."Saya minta tim langsung turun ke lapangan untuk mengecek apakah benar ada beras impor masuk ke Jateng. Mereka harus mencari informasi siapa pengirim dan penerima beras impor tersebut," katanya usai menemui sejumlah aktivis Komite Penyelidikan dan Pemberantasan KKN (KP2KKN) Jateng di kantornya Jalan Pahlawan Semarang, Kamis (28/9/2006).Mardiyanto mengakui ada beras impor asal Taiwan milik Yayasan Budha Tzu Indonesia di Jateng. Namun beras sebanyak 2.000 ton yang tersimpan di gudang itu bukan beras komersial, melainkan beras untuk korban bencana gempa Klaten dan Yogyakarta. "Saya telah meminta beras itu tak akan disalurkan. Saat ini kan masih panen. Jangan sampai mengacaukan beras petani," tandas lelaki berlatar belakang militer ini.Mardiyanto menjelaskan, banyak jalur keluar masuknya barang ke Jateng. Selain melalui jalur darat, para pengusaha 'nakal' bisa mengirim atau menerima barang dari udara maupun laut. Banyak jalur kelaur masuk itu membuat pemerintah kesulitan memantau ada tidaknya beras impor.Lebih jauh lelaki yang sudah dua kali menjadi pucuk pimpinan Pemerintah Provinsi Jateng ini menegaskan, hingga saat ini dia belum menerima laporan adanya beras impor yang masuk. Termasuk dari Bupati Brebes yang daerahnya dituduh menjadi pintu masuk beras impor."Kalau memang ada beras impor, yang penting kan kita tahu yang bertanggung jawab. Dengan demikian, kita mudah mendeteksi dan melakukan tindakan lebih lanjut. Harus jelas siapa yang bertanggung jawab," cetusnya. (try/mar)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads