Impor Tabung Elpiji Pertamina Kemungkinan Bertambah
Senin, 02 Okt 2006 16:01 WIB
Jakarta - Industri nasional untuk membuat tabung elpiji ternyata tidak mampu memenuhi permintaan Pertamina untuk program konversi minyak tanah ke elpiji. Dari 800 ribu tabung yang disiapkan untuk tahun 2007, industri nasional ternyata hanya mampu memproduksi 400 ribu tabung."Kesanggupan secara tertulis macam-macam. Totalnya ada yang 500 ribu, 600 ribu. Tapi ternyata setelah kita verifikasi di bawah itu. Kita kan jadi repot," kata Deputi Direktur Pertamina Hanung Budya di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Senin (2/10/2006).Padahal sebelumnya Dirut Pertamina Ari Soemarno menyatakan industri nasional sanggup menyediakan 600 ribu tabung.Makanya mau tidak mau akan dilakukan impor untuk memenuhi kebutuhan tabung. Karena jika tidsak dipastikan program ini akan mundur. "Keputusan impor 2 minggu lagi setelah kepastian berapa kapasitas terpasang dalam negeri. Pokoknya pertamina akan memanfaatkan semua kapasitas dalam negeri," ujarnya.Hal berbeda disampaikan Dirut Pertamina Ari Soemarno yang mengatakan, pihaknya akan tetap mengupayakan tabung berukuran 3 kilogram dari produksi dalam negeri. Menurut rencana, pada Desember 2006 nanti diupayakn sudah dapat diproduksikan tabung elpiji sebanyak 75 persen dari total 800 ribu tabung.Jika kurang, Pertamina akan impor. "Jika impor, maksimal diperuntukkan untuk 200 ribu tabung atau 25 persennya saja," kata Ari.Untuk distribusi elpiji, Pertamina mengadopsi pola distribusi minyak tanah yang telah berlaku selama Ini. Yakni dengan memanfaatkan agen minyak tanah menjadi agen elpiji.
(mar/qom)











































