Ekspor RI Kembali Pecah Rekor

Ekspor RI Kembali Pecah Rekor

- detikFinance
Senin, 02 Okt 2006 16:16 WIB
Jakarta - Nilai ekspor Indonesia terus mencatat rekor. Pada Agustus 2006, nilai ekspor Indonesia mencapai US$ 8,89 miliar, atau meningkat 0,73 persen dibanding ekspor Juli 2006.Sementara Surplus neraca perdagangan Indonesia pada bulan Agustus mencapai US$ 3,27 miliar."Ekspor terus rekor meskipun kenaikannya tipis," ujar Kepala BPS Rusman Heriawan dalam jumpa pers di kantornya, Jl Dr Soetomo, Jakarta, Senin (2/10/2006).Secara kumulatif, nilai eskpor Januari-Agustus 2006 mencapai US$ 64,63 miliar atau meningkat 17,13 persen dibandig periode yang sama tahun 2006.Ekspor non migas bulan Agustus 2006 mencapai US$ 7,04 miliar, naik 4,08 persen dibanding bulan Juli 2006. Kumulatif Januari-Agustus 2006 mencapai US$ 50,31 miliar atau meningkat 17,21 persen.Peningkatan ekspor nonmigas terbesar bulan Agustus 2006 terjadi pada bijih, kerak dan abu logam sebesar US$ 184,8 juta, sedangkan penurunan terbesar terjadi pada lemak dan minyak hewan/nabati sebesar US$ 97,4 juta.Lebih dari 63 persen kenaikan ekspor Januari-Agustus 2006 disebabkan oleh kenaikan komoditi-komoditi: karet dan barang dari karet, bahan bakar mineral, tembaga, bijih, kerak dan abu logam, lemak dan minyak hewan/nabati serta kertas/karton.Ekspor nonmigas ke Jepang bulan Agustus 2006 mencapai angka terbesar yaitu US$ 1.114,7 juta, disusul Amerika Serikat US$ 996,0 juta dan Singapura US$ 729,1 juta, dengan kontribusi ketiganya mencapai 40,32 persen.Nilai ImporNilai impor Indonesia bulan Agustus 2006 mencapai US$ 5,62 miliar atau meningkat 4,35 persen dibanding Juli 2006 sebesar US$ 5,38 miliar.Sedangkan selama Januari-Agustus 2006 nilai impor mencapai US$ 39,93 miliar atau meningkat 2,56 persen dibanding periode yang sama tahun 2005 sebesar US$ 38,94 miliar.Impor non migas bulan Agustus 2006 mencapai US$ 3,95 miliar atau meningkat 10,97 persen dibanding impor bulan Juli 2006. Sedangkan selama Januari-Agustus tahun 2006 mencapai US$ 27,40 miliar atau menurun 0,08 persen dibanding periode yang sama tahun 2005. (ddn/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads