Inflasi 7% Sudah di Depan Mata
Senin, 02 Okt 2006 17:44 WIB
Jakarta - Setelah melihat angka inflasi September yang hanya 0,38 persen, target inflasi tahun 2006 sebesar 7 persen semakin dekat. Apalagi tekanan eksternal terutama dari tingginya harga minyak sudah semakin pudah."Itu karena efek kenaikan harga minyak selesai pada akhir bulan September. Jadi harapan BI mencapai inflasi 7 atau di bawah 7 dapat dicapai," ujar pengamat ekonomi Faisal Basri di sela-sela seminar bisnis outlook 2007 di Sekolah Tinggi Manajemen PPM, Jalan Menteng Raya, Jakarta, Senin (2/10/2006).Data yang dirilis BPS, inflasi September tercatat 0,38 persen meski sudah memasuki bulan puasa. Untuk laju inflasi tahun kalender Januari hingga September 2006 tercatat 4,06 persen dan secara year on year (yoy) sebesar 14,55 persen.Dengan tren inflasi yang terus turun, kata Faisal, maka peluang Bank Indonesia (BI) menurunkan suku bunga akan terbuka lebar. "Saya rasa bisa di sekitar 10,5 hingga 10,75 persen di akhir tahun," ujarnya.Namun untuk pertumbuhan ekonomi, Faisal melihat belum ada pemerataan. Sebab pertumbuhan hanya terjadi di sektor non perdagangan seperti telekomunkasi, transportasi terutama angkutan udara dan sektor keuangan non bank seperti asuransi.Faisal menilai sektor yang tumbuh tidak banyak menyerap tenaga kerja. Oleh karena itu, pemerintah harus lebih menggerakkan pertumbuhan ekonomi di sektoar perdagangan terutama pertanian dan manufaktur. "Walaupun petumbuhan ekonomi makin tinggi, tapi semakin tidak bisa menyerap tenaga kerja dan tidak bisa menyelesaikan masalah sosial," tambah Faisal.
(qom/nrl)











































