Nasib Semen Kupang Belum Jelas
Selasa, 03 Okt 2006 15:25 WIB
Jakarta - Pemerintah masih belum memutuskan sikap untuk menyelamatkan PT Semen Kupang yang hampir kolaps karena terbelit utang dan kekurangan modal.Pemerintah hanya menjanjikan akan membantu penyelesaian restrukturisasi Semen Kupang dengan melakukan pengarahan dan kerja sama dari perusahaan BUMN maupun bank.Belum jelasnya sikap pemerintah ini karena Semen Kupang dianggap bukan perusahaan BUMN. Sebab kepemilikan saham pemerintah di Semen Kupang kurang dari 50 persen tapi hanya sebesar 38 persen.Pemegang saham terbesar adalah Bank Mandiri sebesar 60 persen dan sisanya BUMD (Pemda Nusa Tenggara Timur/NTT) sebesar 2 persen."Dia bukanlah termasuk BUMN tapi pemerintah membantu bagaimana menyelesaikan restrukturisasi Semen Kupang supaya bisa beroperasi kembali dan sustain, karena diperlukan kerja sama dengan BUMN lain baik BUMN semen maupun bank," kata Menneg BUMN Sugiharto.Hal itu disampaikan Sugiharto di Kantor Kementerian BUMN, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Selasa (3/10/2006).Sugiharto menuturkan, dalam rapat hari ini yang dihadiri direksi, Bank Mandiri dan pemerintah (tripartit) belum dibicarakan skema penyelesaian utang Semen Kupang. "Kita belum bicara hair cut, kita bicara keekonomian, kelayakan supaya sustain. Saya kira Semen Kupang itu strategis hanya masalah bagaimana mekanisme untuk penyelamatannya," ujar Sugiharto."Saya sudah arahkan tinggal exercise-nya, dilakukan dari Deputi Riset, Bank Mandiri, Semen Kupang dan dari BUMN lain yang berminat," tambah Sugiharto.Semen Kupang saat ini kesulitan membayar utangnya ke Bank Mandiri senilai Rp 587 miliar. Perusahaan juga membutuhkan suntikan modal Rp 50 miliar untuk operasionalnya.Namun menurut Sugiharto, belum diputuskan berapa angka yang bisa digulirkan untuk modal kerja Semen Kupang. Apakah seperti yang diusulkan manajemen Rp 50 miliar atau lainnya."Memang harus ada injeksi working capital supaya dia bisa beroperasi kembali," kata Sugiharto ketika ditanya bagaimana arah penyelamatan Semen Kupang.Meski sudah di ambang kebangkrutan, Semen Kupang hingga saat ini masih mencoba untuk bertahan. Semen Kupang memiliki dua pabrik yakni PT Semen Kupang I dan PT Semen Kupang II. PT Semen Kupang I yang memiliki kapasitas produksi 270.000 ton per tahun sudah tidak beroperasi sejak tahun 2000.Sedangkan PT Semen Kupang II yang memiliki kapasitas produksi 300.000 ton per tahun hanya mampu memproduksi 15.000 ton per bulan.Manajemen Semen Kupang sebenarnya sudah mengusulkan kepada pemerintah agar sebagian utangnya ke Bank Mandiri diubah menjadi penempatan modal. Namun hingga kini usulan mendapat respons pemerintah.
(ir/nrl)











































