Minta Jaminan Apa Sih Untuk Crash Program 10 Ribu MW?

Minta Jaminan Apa Sih Untuk Crash Program 10 Ribu MW?

- detikFinance
Rabu, 04 Okt 2006 13:07 WIB
Jakarta - PT PLN (persero) dan pemerintah masih akan melihat bentuk jaminan apa yang akan diminta oleh para investor pada proyek crash program pembangkit 10 ribu MW. Selama ini, PLN masih belum melihat secara pasti apa yang diminta para investor. "Pada pembukaan dokumen hari ini lah secara formal kita lihat permintaannya apa. Misalnya minta jaminan penuh atau cukup comfort letter. Atau yang lainnya ya nanti kami akan lihat," kata Dirut PLN Eddie Widiono kepada wartawan di Kantor PLN Jalan Trunojoyo, Jakarta, Rabu (4/10/2006). Setelah itu, kata Eddie, pemerintah dan PLN akan mengevaluasi dan membahas permintaan jaminan dari para bider. "Berapa kuat yang akan diminta. Yang dibutuhkan investor dalam rangka memgurangi risiko," ujarnya.Namun menurut Eddie, yang selama ini diminta oleh para investor adalah dalam rangka mengurangi risiko investasi. "Jadi bukan soal apa-apa. Mereka menanyakan kalau PLN tidak bisa memenuhi kewajibannya apa yang harus dilakukan. Siapa yang harus dijamin, itu namanya kajian risiko," kata Eddie yang ditemui disela pembukaan dokumen teknis dari para bidder. Kata Eddie, jika jaminan yang diminta adalah berupa kepastian Public Servise Obligation (PSO), maka sebenarnya hal itu sudah ada diatur dalam UU BUMN. "Artinya jika PLN melakukan tugas PSO sampai mengalami kesulitan likuiditas. Maka pemerintah mengusulkan PSO-nya untuk PLN," ungkapnya. Eddie menuturkan, pada pembukaan dokumen teknis yang dilakukan hari ini, PLN membuka dokumen teknis. "Kita membuka di hadapan saksi-saksi dan mencatat statusnya," urainya. Yang dilihat dalam dokumen itu adalah kelengkapan persyaratan dan adendumnya. "Kita lihat proposal, bid security, jaminan penawaran dan sebagainya," cetusnya. Menurut Eddie, hari ini baru akan dilihat dokumen secara teknis dan belum sampai pada penawaran harga. "Ini tahap satu kami baru akan mengevaluasi kemampuan dan proposal, kelangkapan proposal administrasi dan teknis. Harga nanti kita buka pada tahap kedua," cetusnya. (mar/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads