Peserta Kurang, 4 Proyek Crash Program Ditender Ulang
Rabu, 04 Okt 2006 15:07 WIB
Jakarta -
PLN akan melakukan tender ulang terhadap 4 lokasi proyek crash program pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berbahan bakar batubara 10 ribu MW. Keempat lokasi itu harus ditender ulang karena peserta yang mengembalikan dokumen di empat lokasi itu kurang memenuhi syarat.Sesuai aturan, di setiap lokasi proyek PLTU paling sedikit pesertanya harus minimal 3 bidder. Namun untuk empat lokasi itu, penawarnya kurang dari 3 peserta. Berdasarkan hasil pembukaan dokumen teknis yang dilakukan di Kantor Pusat PLN Jalan Trunojoyo, Jakarta, Rabu (4/10/2006), hanya 6 lokasi proyek saja yang akan dilanjutkan pada proses berikutnya.Keempat proyek yang akan ditender ulang itu antara lain di PLTU Tanjung Jati 600-700 MW dan PLTU 300-400 MW di Pacitan, Pelabuhan Ratu dan Teluk Naga.Tiga proyek 300-400 MW hanya diminati oleh dua peserta. Sedangkan proyek di PLTU Tanjung Jati harus ditender karena salah satu pesertanya yakni konsorsium Marubeni dan Adhikarya mundur. Sehingga pesertanya yang tadinya 3 bersama dengan konsorsium Zelan-Primanyaa-Tronoh Construction dan konsorsium Sinomach-CNEEC-PT Penta Adi Samudera sehingga menyisakan 2 peserta saja. Karena itu, dokumen ketiganya akhirnya batal dibuka dan harus di tender ulang.Sementara dokumen milik konsorsium Sepco III-Electric Power Constrruction Corp-PT Duta Energy Indonesia-PT Duta Anggada nyaris tidak dibuka dokumennya alias ditolak. Konsorsium yang ikut tender di dua lokasi yakni PLTU Labuan dan PLTU I Jabar ini nyaris ditolak karena datang terlambat.Mereka datang ke panitia tender pukul 10.03 WIB dari jam yang telah ditentukan sekitar pukul 10.00 WIB. Setelah sempat bersitegang akhirnya panitia menerima dan membuka dokumen mereka.Menurut Herman, salah satu yang ikut konsorsium itu, mereka datang ke PLN sebelum pukul 10.00 WIB. "Tapi karena kita dapat infonya di lantai 13 jadi kita menunggu di sana. Memang selama ini kan biasanya di sana saat pengambilan dokumen" kata Herman.Untuk 4 proyek yang akan ditender ulang, menurut Ahli Utama Pembinaan IPP PLN, IGM Ariaguna, rencananya akan mulai ditenderkan pekan depan.
(mar/qom)










































