6 Perusahaan Lolos Tender Batubara Crash Program

6 Perusahaan Lolos Tender Batubara Crash Program

- detikFinance
Jumat, 06 Okt 2006 16:21 WIB
Jakarta - Dari 15 perusahaan yang dinyatakan lolos prakualifikasi untuk ikut tenderpenawaran harga batubara untuk crash program PLTU 10 Ribu MW, hanya 6 perusahaan yang ikut.PT Arutmin memasukan penawaran hampir di semua di lokasi yang akan dibangun PLTU berbahan bakar batu bara.Keenam perusahaan itu antara lain PT Arutmin, PT Titan Mining Energy, PT Bara Mutiara, PT Padang Bara Sukses Makmur, PT Kasih Industri dan PT Surya Sakti Darma KencanaDemikian hasil pembukaan penawaran harga pengadaan batubara yang digelar di Kantor PLN Pusat, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Jumat (6/10/2006), Saat pembukaan dokumen harga yang dilakukan secara terbuka, Deputi EnergiPrimer PLN Tony Agus, mengumumkan juga 2 perusahaan yang secara resmimengundurkan diri melalui surat. Perusahaan yang mengundurkan diri itu adalah PT Indexim Coalindo dan PT Berau Coal. Sedangkan yang melalui fax adalah PT Maxima dan PT Mantimin Coal Mining.Setelah dokumen penawaran dibuka, PLN akan mengevaluasi penawaran yangtelah dimasukan oleh para bidder. Setelah itu baru akan diumumkan nama pemenangnya."Pemenangnya akan diumumkan paling lambat Oktober ini dan penandatanganan LoI-nya dengan perusahaan yang memenangkan itu pada awal November," kata Tony.Untuk PLTU Suralaya perusahaan yang ikut tender adalah, PT Arutmin menawar Rp 266.823 per ton dengan jaminan penawaran Rp 11 miliar yang dikeluarkan oleh Bank Danamon.PT Titan Mining Energy menawar Rp 259.999 per ton dengan jaminan Bank DKI Rp 11 miliar. PT Bara Mutiara Rp 248.300 dengan jaminan BCA Rp 11 miliarUntuk PLTU Labuhan II Banten diikuti oleh, PT Arutmin Indonesia menawar Rp 269.703 per ton dengan jaminan Bank Danamon Rp 11,5 miliar. PT Padang Bara Sukses Makmur menawar Rp 325.000 per ton tidak ada jaminan bank. PT Kasih Industri menawar Rp 255.000 per ton dengan jaminan Bank Mandiri Rp 11,5 miliar. Titan Mining Energy menawar Rp 259.999 per ton dengan jaminan Bank DKI Rp 11,5 miliar dan PT Bara Mutiara menawar Rp 259.500 dengan jaminan Bank BCA Rp 11,5 miliarUntuk PLTU Teluk Naga Banten III diikuti oleh PT Arutmin yang menawar Rp 264.284 per ton dengan jaminan Bank Danamon Rp 17 miliar. PT Kasih Industri menawar Rp 252.000 per ton dengan jaminan Bank Mandiri Rp 17 miliar.PLTU Indramayu Jabar diikuti oleh, PT Arutmin menawar Rp 259.164 per ton dengan jaminan Bank Danamon Rp 16,5 miliar. PT Kasih Industri menawar Rp 247.800 per ton dengan jaminan Bank Mandiri Rp 16,5 miliar.PLTU Pelabuhan Ratu Jabar diikuti oleh, Titan Mining Energy yang menawar Rp 274.999 per ton dengan bank garansi Bank NISP Rp 18 miliar. PT Arutmin menawar Rp 285.881 per ton dengan jaminan Bank Danamon Rp 18 miliar. PT Bara Mutiara menawar Rp 282.500 dengan jaminan BCA Rp 18 miliarPLTU Rembang Jateng diikuti oleh PT Arutmin menawar Rp 244.206 per ton dengan jaminan Bank Danamon Rp 10,5 miliar. PT Titan Mining Energy menawar Rp 243.999 per ton dengan jaminan Bank DKI Rp 10,5 miliarPLTU Tanjung Jati, diikuti oleh PT Arutmin yang menawar Rp 247.515 per ton dengan jaminan Bank Danamon Rp 10 miliarPLTU Pacitan Jatim hanya diikuti oleh, PT Arutmin yang menawar Rp 269.353 per ton dengan jaminan Bank Danamon Rp 11,5 miliarPLTU Paiton diikuti oleh, PT Arutmin yang menawar Rp 239.296 per ton dengan jaminan Bank Danamon Rp 9,5 miliar.PLTU Tuban diikuti Arutmin yang Rp 242.696 per ton dengan jaminan Bank Danamon Rp 10,5 miliarParit Baru diikuti oleh Arutmin yang menawar Rp 263.694 per ton dengan jaminan Bank Danamon Rp 3 miliar. PT Titan Mining Energy menawar Rp 259.999 per ton dengan jaminan Bank DKI Rp 3 miliar.Suralaya Existing Unit 1,2,3 dan 4 diikuti oleh, Arutmin yang menawar Rp 248.171 per ton dengan jaminan Bank Danmon Rp 7,5 miliar.PT Surya Sakti Darma Kencana menawar Rp 263.850 per ton dengan jaminan Bank Mandiri Rp 7,5 miliar. PT Kasih Industri menawar Rp 252.000 per ton dengan jaminan Bank Mandiri Rp 7,5 miliar.Suralaya 5,6,7 diikuti oleh, Arutmin yang menawar Rp 248.171 per ton dengan jaminan Bank Danamon Rp 8 miliar. PT Surya Sakti Darma Kencana menawar Rp 263.850 per ton dengan jaminan Bank Mandiri Rp 8 miliar. PT Kasih Industri menawar Rp 252.000 per ton dengan jaminan Bank Mandiri Rp 8 miliar.Asam-asam Kaltim diikuti oleh, Arutmin yang menawar Rp 144.221 per ton dengan jaminan Bank Danamon Rp 1,5 miliar. PT Titan Mining Energy menawar Rp 149.999 per ton dengan jaminan Bank DKI Rp 1,5 miliar. (mar/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads