Pengusaha AS Makin Minati Investasi di Indonesia
Senin, 09 Okt 2006 12:29 WIB
Jakarta -
Minat pengusaha AS untuk berinvestasi di Indonesia semakin tinggi. Mereka pun langsung mencari tahu perkembangan investasi di Indonesia dari Menko Perekonomian Boediono.Selain dari AS, pengusaha ASEAN juga tidak mau ketiggalan melirik investasi di Indonesia. Sejumlah 21 perusahaan AS yang berdialog langsung dengan Menko Perekonomian antara lain, Jhonson & Jhonson, Chevron, ConocoPhilips, Exxon, Marathon Oil, Ford, Coca Cola, Microsoft, GE, Freeport, Cargill, Oracle, McDermot, UPS, Time Warner, AES, dan John Hopkins."Tampaknya mereka interest-nya makin tinggi, minatnya cukup tinggi. Januari lalu mereka ke sini, sekarang ini lebih besar lagi delegasinya dan lebih banyak lagi sektornya," kata Boediono.Hal itu disampaikan Boediono usai melakukan pertemuan dengan delegasi pengusaha AS dan ASEAN di Gedung Graha Sawala Departemen Keuangan, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (9/10/2006).Untuk kelanjutan komitmennya, menurut Boediono, sangat tergantung kesiapan dari pemerintah maupun pengusaha itu sendiri dalam melihat kepastian berusaha dan menanamkan investasinya.Boediono juga tidak menampik adanya kelemahan yang disampaikan dari delegasi tersebut untuk berinvestasi di Indonesia, seperti masalah perpajakan, aturan dan perizinan."Kita katakan kita secara bertahap akan lakukan," katanya.Pertemuan antara pemerintah dengan pengusaha AS dan ASEAN merupakan kegiatan rutin untuk mengetahui perkembangan investasi di Indonesia.
(ir/nrl)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































