Relokasi Pipa PGN di Sidoarjo Tunggu Pertamina
Senin, 09 Okt 2006 12:49 WIB
Jakarta -
PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) menyerahkan sepenuhnya kepada Pertamina untuk merelokasi pipa aliran gas PGN yang terkena luapan lumpur di Sidoarjo. Pasalnya, pipa gas yang terkena lumpur panas itu milik Pertamina."Tergantung Pertamina, kalau mau relokasi kami akan melihat sampai sejauh mana relokasinya. Jika Pertamina bilang relokasi tidak perlu ya tidak perlu," kata Corporate Secretary, PGN Widyatmiko Bapang.Hal itu disampaikan Simandjuntak disela acara penandatanganan MoU Coal Bed Methane (CBM) dengan Bupati Pemda Banyuasin H Amiruddin Inoed, di Kantor PGN, Jalan Zainul Arifin, Jakarta, Senin (9/10/2006). Menurutnya, jika pemindahan pipa dilakukan dipastikan tidak akan mengganggu pasokan gasnya. "Karena ada teknologinya juga karena ada jaringan pipa lain yang bisa mengantarkan gas. Selain Santos ada Kodeco ataupun EMP yang menyalurkan ke Surabaya," ujarnya.Dia juga memastikan tidak akan menaikkan toll fee jika dilakukan relokasi. "Oh ya nggak dong, itu sudah ada kontrak jangka panjang. Ongkos angkut kan sudah termasuk harga gas," ungkapnya.Soal kebutuhan gas Jatim, kata Dirut PGN WMP Simandjuntak saat ini sudah terpenuhi kontrak sebesar 118 juta kaki kubik. "Kebutuhan industri di Jati sebesar 300 juta kaki kubik. Dengan masuknya 100 juta kaki kubik dari Santos pada Desember maka total gasnya dari Santos sebesar 180 juta kaki kubik," katanya.Simandjuntak memperkirakan pada tahun 2007 akan ada beberapa sumur gas yang decline. "Makanya angka 180 juta kaki kubik hanya akan bertahan 6 bulan," urainyaMakanya, untuk kedepan PGN berharap mendapatkan pasokan gas dari Husky pada tahun 2008 serta dari EMP. "Sampai 2007 kondisi begitu kecuali Kodeco bisa menambah," ungkapnya.Selain itu PGN juga akan meminta Exxon membantu pasokan gas dari Blok Cepu.
(ir/ir)










































