Dividen BUMN 2007 Rp 19,1 triliun.
Senin, 09 Okt 2006 15:59 WIB
Jakarta - Panja A Panitia Anggaran akhirnya menetapkan setoran dividen BUMN menjadi Rp 19,1 triliun, atau lebih rendah dari rekomendasi panja penerimaan dividen Komisi XI yang mengusulkan setoran dividen maksimal Rp 22,2 triliun.Hal tersebut disampaikan Sekretaris Menneg BUMN M Said Didu usai rapat dengan Komisi VI di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (9/10/2006)."Rp 19,1 triliun masih rasional. Tapi kalau Rp 22,2 triliun seperti yang diminta panja penerimaan, setelah saya periksa BUMN satu demi satu itu berat sekali. Tapi panja kemarin kan sepakat Rp 19,1 triliun," ujarnya.Namun untuk setoran dividen yang realistis berdasarkan hitungan Kementerian BUMN yakni sebesar Rp 18,5 triliun.Anggota Panja A Ramson Siagian menambahkan, Pertamina masih merupakan BUMN penyetor dividen terbesar dengan pay out ratio 45 persen, lebih rendah dari pay out tahun 2006 sebesar 50 persen."Ini supaya Pertamina ada reinvestasi untuk perbaikan kilang, sehingga di masa datang tidak diperlukan bantuan asing untuk mengolah minyak mentah," ujarnya.Ada dua hal yang belum diputuskan panja yakni soal usulan pemerintah yang menginginkan adanya kenaikan dalam penyertaan modal negara (PMN). Pemerintah menginginkan PMN naik Rp 500 miliar menjadi Rp 1,8 triliun untuk menalangi BUMN yang merugi.Satu hal lagi mengenai target privatisasi yang diusulkan pemerintah naik Rp 1,2 triliun menjadi Rp 4,5 triliun."Pemerintah kalau setoran privatisasi Rp 3,3 triliun bisa ditutupi dari penjualan saham di PT Bank BNI, kalau lebih dari itu mesti ada BUMN yang lain," ujar Ramson.
(ddn/qom)











































