Utang IMF Lunas Pertanda Krismon 1997 Berakhir
Selasa, 10 Okt 2006 15:04 WIB
Jakarta - Pelunasan utang Indonesia kepada Dana Moneter Internasional (IMF) pekan lalu dimaknai Bank Indonesia (BI) sebagai pertanda berakhirnya krisis moneter (krismon) tahun 1997-1998."Dengan pelunasan ini merupakan chapter terakhir dari Asian crisis 1997-1998 sudah berakhir," kata Aslim Tadjuddin, Deputi Gubernur BI, di Gedung Departemen Keuangan (Depkeu), Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (10/10/2006).Perekonomian Indonesia, ungkap Aslim, sudah menunjukkan struktur ekonomi yang lebih bagus. Salah satu tandanya adalah Indonesia tidak masuk lagi dalam Post Monitoring Program IMF."Itu kan sudah suatu dampak yang positif sekali, akan mengurangi country risk kita dan akan menciptakan iklim yang sangat kondusif bagi investasi," tutur Aslim.Pelunasan utang IMF, diyakini Aslim, tidak akan mempengaruhi nilai tukar rupiah, tapi justru akan positif buat rupiah.Di sisi lain lembaga rating, masyarakat luar negeri dan investor akan melihat cadangan devisa Indonesia murni tanpa ada utang IMF Indonesia.Pada pekan lalu, Indonesia melunasi sisa utang IMF sebesar US$ 3,1 miliar.Sebelumnya, pada Juni 2006, BI juga telah membayar US$ 3,75 miliar kepada IMF.
(ir/sss)











































