Epson Jadikan Indonesia Basis Produksi Printer

Epson Jadikan Indonesia Basis Produksi Printer

- detikFinance
Selasa, 10 Okt 2006 17:05 WIB
Jakarta - Produsen alat percetakan, PT Indonesia Epson Industry menjadikan Indonesia sebagai basis produksi printer untuk diekspor ke seluruh dunia.Sementara pangsa pasar dalam negeri Epson mencapai 38 persen. Epson juga menyatakan akan terus melakukan investasi di Indonesia.Rata-rata investasi per tahunnya akan ditambah US$ 20 juta, sehingga total investasi telah mencapai US$ 200 juta.Penambahan investasi ini terkait rencana untuk meningkatkan kapasitas produksi printer Epson hingga 10 persen pada 2007 mendatang.Demikian disampaikan oleh Vice President PT Indonesia Epson Industry, Eiichi Abe, di Gedung Departemen Perindustrian, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (10/10/2006). Epson menurut Abe, setiap bulan memproduksi sekitar 1 juta unit printer dengan nilai penjualan mencapai US$ 1 miliar."Epson telah menjadikan Indonesia sebagai basis produksi printer selama 12 tahun terakhir. Untuk 2007, kami berencana menambah kapasitas produksi sekitar 10 persen dengan investasi US$ 20 juta," paparnya.Dia menerangkan, produksi printer perseroan selama ini lebih besar ditujukan untuk pasar ekspor sebesar 90 persen. Produk Epson mencakup printer kualitas menengah ke bawah (low and middle end). "Setiap tahun Epson berencana membuat 4-5 model baru," tuturnya.Pabrik Epson yang memproduksi printer terletak di kawasan industri Cikarang. Sedangkan untuk memproduksi mesin pemindai (scaner), Epson memiliki pabrik di Batam. Total pekerja Epson di Indonesia mencapai 45 ribu orang. "Selain Indonesia, Epson juga memiliki pabrik utama di dua negara, yakni Cina dan Filippina," katanya.Total investasi Epson di Indonesia, lanjut Abe, mencapai US$ 200 juta. Produk printer Epson masih menguasai pangsa pasar di dalam negeri sekitar 38 persen."Penjualan di tahun ini masih baik dan tidak terlalu terpengaruh dengan penurunan daya beli masyarakat," ucapnya.Sementara Presiden Direktur Japan External Trade Organization (Jetro) Kosuke Imashimizu mengatakan, saat ini Jetro sedang merencanakan pelaksanaan tindak lanjut Indonesia oleh perusahaan Jepang dan perusahaan penanaman modal asing Jepang di kawasan Asean. "Misi ini merupakan tindak lanjut misi bisnis investasi di Indonesia yang dilaksanakan tahun lalu yakni 16-20 Oktober 2005," tuturnya.Tujuan misi bisnis ini, menurut Kosuke, untuk menyajikan kesempatan bisnis yang lebih besar kepada perusahaan-perusahaan Jepang, baik yang belum maupun yang telah menjalankan bisnis di Indonesia. (ir/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads