Pengusaha AS Minta Regulasi Investasi Listrik Dipermudah
Rabu, 11 Okt 2006 13:13 WIB
Jakarta -
Pengusaha Amerika Serikat (AS) tertarik menanamkan investasinya di sektorketenagalistrikan di Indonesia. Mereka berkeinginan agar pemerintah RImemberikan berbagai regulasi yang akan memudahkan para investor AS.Ketertarikan investor AS itu terungkap dalam pertemuan antara Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro, dengan US Business Council di Departemen ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Rabu (11/10/2006).Dalam pertemuan itu Purnomo didampingi oleh Dirjen Migas Luluk Sumiarso,Dirjen Listrik J Purwono dan pejabat Departemen ESDM lainnya.Purnomo mengatakan, saat ini rasio elektrifikasi di Indonesia hanya sebesar 56 persen. "Masih banyak rakyat yang belum menikmati listrik setelah kami merdeka sejak tahun 1945. Pemerintah tidak punya cukup dana untuk itu dan kami menawarkan kepada anda," kata Purnomo didepan pengusaha AS.Saat ini, lanjut Purnomo, pemerintah tengah berencana membangun PLTU 10 ribu MW. Indonesia berharap investor AS bisa ikut ambil bagian dalam proyek itu.Pemerintah berjanji akan memberikan dukungan sepenuhnya kepada parainvestor untuk meningkatkan kapasitas listrik di Indonesia.Managing Director Development US Council Surender Singh mengatakan,pihaknya tertarik untuk membangun pembangkit listrik (power plant) di Indonesia terutama di daerah Sumatra.
(mar/ir)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































