Menperin Tuding Ada Pejabat Cari Untung dari Impor Tabung
Rabu, 11 Okt 2006 15:52 WIB
Jakarta -
Rencana impor tabung gas dari Cina oleh pertamina disinyalir sarat permainan pejabat yang mencari untung. Isyarat adanya kepentingan pejabat ini, disampaikan langsung Menteri Perindustrian (Menperin) Fahmi Idris. Fahmi pun protes keras.Sebelumnya, Menperin secara resmi telah melayangkan surat penolakan adanya impor tabung gas dan meminta kepada Pertamina untuk memprioritaskan industri tabung gas dalam negeri."Ada permainan tertentu dari segelintir pejabat demi keuntungan pribadi. Saya khawatirkan impor itu ada komisinya. Komisi impor, itu yang diincar pejabat yang mengizinkan adanya impor " tegas Menperin Fahmi Idris dengan nada keras, di Arena Pameran Produk Ekspor 2006, Rabu (11/10/2006).Karena itu, menurut Fahmi, pihaknya akan melakukan protes keras adanya rencana impor Ini mengingat produsen dalam negeri masih mampu memenuhi kebutuhan pasokan tabung gas yang diperlukan dalam rangka konversi minyak tanah ke gas. "Saya protes keras jika masih ada impor tabung gas, saat ini banyak pejabat kita yang tidak probisnis, tidak pro produksi dalam negeri," tegasnya.Menurutnya, tindakan impor bertentangan dengan kebijakan pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan. Untuk itu dalam waktu dekat, pihaknya akan mengagendakan pembicaran dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro dan ajaran Pertamina untuk menyelesaikan hal ini.Pihaknya optimis kapasitas produksi pabrikan tabung gas dalam negeri masih bisa memenuhi permintaan Pertamina sebesar 800 ribu tabung gas ukuran 3 kg hingga akhir 2006.Menurutnya, lebih baik pemerintah memberikan kepercayaan kepada pabrikan dalam negeri untuk memasok kebutuhan tabung gas itu daripada harus impor. Dengan memberikan kesempatan kepada pabrikan dalam negeri, selain akan meningkatkan daya saing produk tabung gas dalam negeri, juga akan meningkatkan perekonomian pengusaha lokal.
(ir/qom)










































