Peruri Dapat Tender Cetak Uang dari Nepal
Kamis, 12 Okt 2006 01:36 WIB
Jakarta - Perusahaan Percetakan Uang RI (Peruri) meningkatkan pendapatannya melalui ekspansi jasa pencetakan kertas berharga di luar negeri. Saat ini Peruri sudah mendapatkan pesanan dari Nepal.Jika pada tahun 2006 membukukan pendapatan sekitar US$ 4 juta, maka pada tahun 2007 Peruri menargetkan pendapatan hingga US$ 5 juta. Demikian dikatakan Direktur Pemasaran Perum Peruri Suparman disela-sela acara buka bersama Perum Peruri di RM Sari Kuring Restoran SCBD, Jakarta Pusat Rabu, (11/10/2006)."Kita dapat order dari luar negeri seperti Nepal denga mengalahkan pencetak dari luar dan untuk 2007 kita akan peroleh total 5 juta dolar pendapatan," kata Suparman.Suparman menjelaskan, Peruri pada tahun 2007 akan mencetak sejumlah uang pecahan untuk Nepal yakni dengan denominasi 1.000 rupee dan 500 rupee dengan jumlah masing masing sebanyak 30 juta bilyet dan 20 juta bilyet.Selain memenangi tender-tender pencetaka uang, lanjutnya, Peruri juga akan mencetak kertas berharga lainnya seperti paspor untuk negara Bangladesh dan Kongo. Dirut Peruri, Kusnan martono menambahkan, kemampuan Peruri untuk mencetak kertas-kertas berharga tersebut sebanding dengan kemampuan negara lain yang memiliki perusahaan pencetak uang seperti di negara Eropa dan Asia."Teknologi kita itu sama dan kita juga memiliki kemampuan yang sama," ujar Kusnan. Menurutnya, untuk uang rupiah yang di Indonesia seluruhnya dicetak oleh Perum Peruri dengan tingkat pengamanan uang yang tinggi. "Bahkan untuk uang seratus ribu kita fitur pengamanannya lebih banyak dibandingkan dolar Amerika," jelasnya.Kapasitas cetak pertahun Perum Peruri untuk uang sebanyak 5 miliar bilyet, untuk bank notes (cek) sebanyak 4,2 miliar lembar. Untuk koin sebanyak 1,2 miliar buah, pita cukai sbnyk 150 juta set (100 lembar perset). Perangko 1,3 juta lembar, tiket pesawat sebanyak 6 juta set dan paspor sebanyak 5 miliar buku tiap tahun.
(yid/ary)











































