14 BUMN Dijual Tahun 2007
Jumat, 13 Okt 2006 02:53 WIB
Jakarta - Kementerian BUMN menambah jumlah BUMN yang akan diprivatisasi tahun 2007 menjadi 14 BUMN. Semula BUMN yang akan diprivatisasi berjumlah 6-7. Dengan demikian ada penambahan sekitar 2 kali lipat.14 BUMN itu adalah PT Wijaya Karya, PT Krakatau Steel, BTN, BNI, PT Inti, PT Cambrics Primissima, PT Atmindo, PT Kertas Padalarang, PT Askrindo, PT Intirub, PT Rekayasa Industri, PT JIHD, PT Kertas Blabak, dan PT Kertas Basuki Rahmat.Wijaya Karya, Krakatau Steel dan BTN diprivatisasi melalui penawaran saham perdana dengan tujuan pengembangan BUMN. Sisanya diprivatisasi dengan tujuan untuk menambah anggaran negara.Menneg BUMN Sugiharto mengatakan pemerintah tetap pada komitmen menjual saham di BUMN maksimal 30 persen."Kita akan menggunakan 10-20 persen bagian privatisasi sebagai setoran kepada BUMN, sisanya untuk memperbaiki permodalan," ujarnya dalam rapat kerja dengan Menkeu Sri Mulyani dan Komisi XI DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (12/10/2006) malam.Pada tahun 2007, privatisasi akan difokuskan untuk memperkuat struktur permodalan dan mendukung usaha BUMN. Dari proses privatisasi tersebut, rencananya bakal diperoleh hasil privatisasi netto sebesar Rp 2 triliun atau 0,1 persen PDB.Jumlah tersebut berasal dari penerimaan privatisasi Rp 3,3 triliun dikurangi penyertaan modal negara (PMN) pada BUMN Rp 1,3 triliun.PMN diusulkan untuk diberikan kepada 8 BUMN yakni PT Pupuk Iskandar Muda, PT Kertas Leces, PT Kereta Api Indonesia, PT Garuda, Perum Sarana Pengembangan Usaha, PT Industri KA, PT Boma Bisma Indra, dan PT Perkebunan Nusantara XIV.
(ddn/nvt)











































