Perubahan APBN Diminimalisir
Jumat, 13 Okt 2006 14:18 WIB
Jakarta - Pemerintah akan meminimalisir perubahan dalam APBN atau APBN-P. Hal itu dilakukan untuk menghindari rendahnya penyerapan anggaran serta meningkatkan akurasi sasaran anggaran."Kita akan hindari nanti di 2007, perubahan APBN. Itu kalau tidak betul-betul situasinya ada perubahan," ujar Menneg PPN/Kepala Bappenas Paskah Suzetta di Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (13/10/2006).Paskah menjelaskan, mekanisme APBN-P nantinya akan tetap ada, namun hanya terbatas pada kondisi darurat seperti adanya bencana ataupun perubahan harga minyak yang sangat drastis sehingga ikut mengubah asumsi makro."Kalau tidak seperti bencana, kita tidak akan mengubah, sehingga semua konsisten atas apa yang disusun di RKP awal, sehingga tidak ada alasan penyerapan lambat," tegasnya.Untuk itu, Paskah berharap kementerian dan lembaga dapat melaksanakan anggaran dengan konsisten.Hal senada disampaikan Menko Perekonomian Boediono yang menegaskan, diminimalkannya mekanisme APBN-P dimaksudkan agar tidak ada perubahan anggaran di tengah jalan."Ini cara supaya kita para menteri itu merencanakan dengan cermat, jadi tidak ada yang nyelonong di tengah jalan," tambahnya.Jadi tidak akan ada APBN-P 2007? "Kalau misalnya dunia itu sudah pasti, tentunya ya nggak ada perubahan. Tapi kan ketidakpastian selalu ada," tandasnya.
(qom/sss)











































