Pegadaian Yogya Mulai Diserbu Nasabah

Pegadaian Yogya Mulai Diserbu Nasabah

- detikFinance
Sabtu, 14 Okt 2006 15:59 WIB
Yogyakarta - Mendekati Lebaran, kantor Pegadaian di Yogyakarta mulai diserbu nasabah yang menggadaikan barang berharga miliknya untuk mendapatkan uang tunai.Sebagian besar kantor Pegadaian di Yogya, sejak awal Oktober telah mengalami kenaikan permintaan kredit dari nasabah hingga mencapai 10-20 persen, dibandingkan hari-hari biasa.Membludaknya jumlah nasabah ini memaksa beberapa kantor Pegadaian memperpanjang jam pelayanannya buka. Bila pada hari biasa pukul 13.00 WIB sudah tutup, diperpanjang hingga pukul 14.00 WIB. Bahkan pada hari Minggu sejumlah kantor Pegadaian tetap buka melayani nasabah.Dalam pantauan detikcom di Kantor Pegadaian Ngupasan, terlihat antrian yang cukup panjang. Kebanyakn nasabah menggaidakan emas baik berupa gelang, kalung maupun cincin.Proses gadai cukup mudah, misal untuk emas nasabah menunjukkan barang gadiannya dan petugas langsung menaksir kadar kemurnian emas dan berattimbangan. Bila nasabah setuju terhadap nilai taksiran, petugas langsung mencatat administrasi dan memberikan uang tunai. Untuk emas berkadar 18-22 karat ditaksir antara Rp 100-120 ribu per gram."Untuk jaga-jaga saat Lebaran nanti, sebab uang pensiun suami saya baru bisa diambil awal bulan besok. Lebaran jatuh kan akhir bulan, jadi agak repot," kata Ny Sudiyah (65), warga Tegalrejo, ketika ditemui detikcom, di Pegadaian Ngupasan, Sabtu (14/10/2006).Menurut Kepala Pegadaian Cabang Ngupasan, Sutrisno, di kantornya, Jalan Gadean Yogyakarta, Sabtu (14/10/2006), pada bulan Oktober ini ada kenaikan omset yang cukup signifikan dan jumlah nasabah yang meningkat dibanding sebelumnya.Barang-barang yang digadaikan kebanyakan perhiasan emas dan barang elektronik. Jumlah agunan perhiasan emas yang digadaikan prosentasenya mencapai 75 persen.Sedangkan sisanya 25 persen berupa agunan barang-barang gudang barang-barang elektronik dan kendaraan bermotor."Emas itu nilai taksirannya paling tinggi, lebih praktis, tidak makan tempat atau gudang seperti barang lainnya," katanya.Sutrisno menjelaskan, dalam satu minggu pada hari biasa, rata-rata jumlah nasabah mencapai 700 orang. Sementara selama bulan puasa ini mencapai 800-1.000 orang per minggu.Sedang jumlah orang yang datang untuk mengadaikan barang sampai saat ini masih didominasi masyarakat umum mencapai 80 persen. Sisanya 20-an persen adalah mahasiswa. "Tahun ini, jumlah mahasiswa yang menggadaikan barang atau menitipkan karena akan pulang berlebaran di kampung juga menurun dibanding tahun lalu," katanya. Menurut Sutrisno, selama ini nasabah Yogyakarta tergolong tertib dan tetap waktu dalam melakukan pelunasan. Hanya sekitar satu persen saja nasabah yang kurang atau tidak melunasi hingga jatuh tempo. "Namun bila sampai menjelang jatuh tempo belum ditebus, kami biasanya memberitahukan baik lewat telepon, surat atau datang langsung kepada nasabah untuk mengingatkan, siapa tahu mereka lupa," katanya. (bgs/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads