Impor dan Distribusi BBM Pertamina Dilakukan Manual
Senin, 16 Okt 2006 13:02 WIB
Jakarta - Menyusul terjadinya kebakaran yang menghanguskan ruang operasi tanker, Pertamina memutuskan untuk mengoperasionalkan impor minyak dan distribusi BBM secara manual. Hal tersebut disampaikan Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Ahmad Faisal dalam keterangan pers di Gedung Pertamina, Jalan Perwira, Jakarta, Senin (16/10/2006)."Semua operasi BBM akan dilakukan secara manual, begitu juga transaksi BBM di seluruh unit Pertamina. Kita masih butuh waktu untuk operasi secara komputerisasi," kata Faisal.Meski ruang operasional tanker terbakar, namun Faisal menjamin kegiatan impor minyak akan tetap berjalan normal. Demikian pula pasokan BBM yang saat ini masih di atas rata-rata yakni untuk 23,3 hari. Sementara stok avtur sudah mencapai 28,5 hari, solar 24 hari, premium 16,5 hari dan minyak tanah 33,7 hari."Pengadaan impor BBM akan tetap dilakukan sesuai dengan kebutuhan," kata Faisal.Saat ini kegiatan operasional tanker dan distribusi BBM secara manual dipindahkan ke ruang wartawan. Pertamina sendiri akan tetap mengusahakan proses pengoperasian tanker dan distribusi BBM bisa dilakukan secara komputerisasi kembali. "Saat ini memang posisi masih manual dan kita akan mengupayakan dengan memindahkan ruangan untuk operasional BBM," tambahnya. Sementara Dirut Pertamina Ari Soemarno mengatakan, seluruh kegiatan operasi Pertamina tidak akan terpengaruh dengan kebakaran yang melanda Gedung Pusat Pertamina. Ari juga menjamin semua dokumen Pertamina tetap aman. "Kita punya back up datanya. Cuma surat anak saya saja yang terbakar," candanya.Kegiatan operasional selanjutnya akan dipindahkan ke kantor UPMs III, kantor Tanjung Priok dan Gedung Anex.
(qom/nrl)











































