Pertamina Telah Asuransikan Aset yang Terbakar
Selasa, 17 Okt 2006 13:10 WIB
Jakarta - Kerugian yang diakibatkan kebakaran di Kantor Pusat Pertamina ditaksirmencapai Rp 10 miliar lebih. Namun aset yang terbakar ini telah diasuransikan.Jumlah kerugian diperkirakan akan terus membengkak karena saat ini nilainya masih terus diperhitungkan."Pastilah di atas Rp 10 miliar tapi kita terus melakukan perhitunganbesarnya kerugian material ," kata Dirut Pertamina, Ari H Soemarno, dalamjumpa pers di Kantor Pusat Pertamina, Jalan Perwira, Jakarta, Selasa (17/10/2006).Ari mengatakan, semua asset Pertamina yang terkena musibah kebakaran telah diasuransikan. "Saat ini kita masih melakukan penilaian dengan tim. Kita akan lihat nanti," tuturnya .Pascakebakaran pada Senin kemarin (16/10/2006), seluruh jaringan komputer milik Pertamina sudah kembali berfungsi sejak 17 Oktober pukul 01.00 WIB. Sistem dan data komputer tidak terbakar karena berada di tempat yang aman.Ari mengakui, pemeliharaan gedung Pertamina kurang optimal. Hal initerkait eengan mekanisme cost and fee yang ditetapkan dalam penyaluran BBM, sehingga membuat margin Pertamina kecil yang berakibat minimnya dana pemeliharaan."Kedepan dengan mekanisme MOPS plus margin, Pertamina akan mendapatkan margin yang besar sehingga bisa digunakan untuk perbaikan," cetusnya.Ari berjanji, perbaikan kantor Pertamina nanti akan dilakukan denganmenetapkan standar terakhir gedung bertingkat.Sementara itu untuk stok BBM nasional saat ini aman, stok mencapai 24,1 hari. Rinciannya premium 17,2 hari, minyak tanah 35,2 hari, solar 23,7 hari dan avtur 30,9 hari.
(mar/ir)











































