Produksi Minyak KPS Pertamina Turun Signifikan

Produksi Minyak KPS Pertamina Turun Signifikan

- detikFinance
Selasa, 17 Okt 2006 16:40 WIB
Jakarta - Produksi migas sejumlah mitra Pertamina dalam Kontrak Production Sharing (KPS) mengalami penurunan yang cukup siginifikan.Pemerintah pun meminta para KPS untuk meningkatkan produksinya agar mencapai target produksi 1,3 juta barel per hari pada tahun 2008.Hal itu terungkap dalam pertemuan antara Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro, dengan para KPS di Gedung Departemen ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (17/10/2006). Hadir dalam pertemuan itu Kepala Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas (BP Migas) Kardaya Warnika, Dirjen Migas Luluk Sumiarso dan sejumlah KPS termasuk para KPS yang masuk dalam The Big Ten (10 besar).Penurunan produksi itu antara lain dialami oleh ConocoPhilips, CNOOC, BP dan PetroChina. Sedangkan sejumlah KPS lainnya seperti Bumi Pusako dan Chevron serta Pertamina cenderung stabil namun masih memungkinkan akan turun produksinya. "Saya tidak tahu kenapa ini bisa terjadi, kita akan bahas dalam pertemuan ini," kata Dirjen Migas Luluk Sumiarso dalam pertemuan itu.Chevron yang saat ini menjadi salah satu KPS terbesar dalam produksi minyaknya di Indonesia mengaku sulit untuk meningkatkan produksi. Saat ini yang dilakukan Chevron adalah mempertahankan decline (penurunan) sebesar 2 persen. Cadangan minyak di lapangan miliknya tidak mencukupi untuk meningkatkan produksi.Menteri ESDM meminta kepada para KPS untuk menyampaikan insentif apa yang akan diminta untuk meningkatkan produksi minyak nasional.Sementara Kepala BP Migas Kardaya Warnika menyampaikan, saat ini produksi minyak masih dikuasai oleh The Big Ten. Mereka adalah Chevron, Pertamina, Total EP, CNOOC, ConocoPhilips, Medco, BP, Vico, PetroChina dan Bumi Siak Pusako. BP Migas berjanji akan mengakomodir dan menyelesaikan hambatan-hambatan yang dialami para KPS sehingga membuat produksi minyak terus menurun. (mar/ir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads