Produksi Elektronik Lokal Anjlok 50%
Rabu, 18 Okt 2006 14:07 WIB
Jakarta -
Serbuan barang-barang elektronik selundupan dari Cina dan negara ASEAN lainnya kian menggerus produksi dalam negeri. Akibat seruan barang selundupan itu, produksi barang elektronik dalam negeri diperkirakan anjlok hingga 50 persen.Penurunan tersebut berarti meningkat dibandingkan tahun 2004 yang hanya mencatat angka penurunan produksi sebesar 40 persen. Demikian dikatakan ketua umum Gabungan pengusaha elektronik (Gabel) Rachmat Gobel kepada wartawan, usai buka puasa bersama di kediaman Menperin Fahmi Idris, Jakarta, Selasa (17/10/2006) malam."Angka selundupan cukup besar khususnya produk air conditioner dan televisi, kalau lihat jalur pasarnya semua masuk melalui Singapura karena transit disana. Semua barang selundupan itu merupakan merek terkenal ini yang berat," ungkap Gobel.Ia menjelaskan, barang-barang selundupan tersebut umumnya lebih murah 40 hingga 60 persen karena tidak membayar pajak. Untuk itu, Gobel berniat menemui pihak Bea Cukai pada Kamis, 19 Oktober guna meminta pengetatan pengawasan. Ia mengakui bahwa masalah ini dirasa sudah sangat memberatkan para produsen barang elektronik dalam negeri.
(arn/qom)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































