Ngotot Impor Tabung, Direksi Pertamina akan Dipanggil DPR
Rabu, 18 Okt 2006 14:36 WIB
Jakarta - Setelah Menteri Perindustrian Fahmi Idris, kini giliran anggota DPR yang menegaskan penolakan atas impor tabung elpiji. Pertamina didesak untuk mendahulukan produsen tabung elpiji lokal. DPR akan memanggil direksi Pertamina jika ngotot impor tabung elpiji. Selain itu, penentuan pemenang jangan hanya menunjuk satu perusahaan saja untuk menghindari monopoli. Bahkan jika perlu, masalah prioritas penggunaan produk dalam negeri ini dijadikan program khusus dan dituangkan dalam kepres."Sehingga yang bersaing khusus dalam negeri, asing tidak boleh ikut agar multiplier effect dinikmati dalam negeri," tegas ketua Komisi VI DPR RI Didiek J Rachbini usai buka puasa bersama di kediaman Menperin Fahmi Idris, Jakarta, Selasa (17/10/2006) malam."Karena program pengalihan minyak tanah ke gas elpiji itu program pemerntah. Pertamina mesti tahu program pemerintah harus didukung dengan kemaksimalan manfaatnya untuk masyarakat. Jadi nggak bisa semau gue," ujarnya. Didik menegaskan, DPR akan memanggil direksi Pertamina jika tetap ngotot mengimpor tabung elpiji. "Menurut saya ini kan cuma soal tabung, kita saja sudah bisa bikin kapal perang masa bikin tabung saja tidak bisa. Kalau tetap ngotot impor DPR berhak bertanya kenapa, dengan memanggil direksi," tegasnya.
(arn/qom)










































