Beban Listrik Jawa Bali Turun 30% Saat Lebaran

Beban Listrik Jawa Bali Turun 30% Saat Lebaran

- detikFinance
Rabu, 18 Okt 2006 15:11 WIB
Jakarta - Beban pemakaian listrik Jawa Bali saat Lebaran akan turun drastis mencapai 30 persen lebih. Beban yang biasanya hingga mencapai 15 ribu MW akan menjadi sekitar 10 ribu MW.Penurunan beban ini disebabkan terhentinya aktivitas pabrik dan perkantoran di wilayah Jawa Bali saat Lebaran."Nanti pada waktu hari H-nya saat Lebaran itu beban puncaknya hanya 10.100 MW. Jadi hampir 5.000 MW turunnya," kata General Manager Penyaluran dan Pusat Pembebanan (P3B) Jawa Bali Muljo Adji di Kantor PLN Pusat, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Rabu (18/10/2006).Muljo mengatakan, penurunan beban sudah akan terlihat sebelum H-3 atau pada Sabtu 21 Oktober 2006 yang diprediksikan akan turun sebesar 12.600 MW dan kemudian pada H-2 turun menjadi 11.800 MW.Lalu pada H-1 akan turun lagi menjadi 10.900 MW. Lalu Lebaran pada 24 Oktober 2006 akan berada pada titik terendah beban yang mencapai 10.100 MW."Dan selepas Lebaran beban akan kembali beranjak naik. Namun itu tergantung kapan pabrik atau kantor mulai beroperasi," ujarnya.Karena adanya penurunan beban itu, maka PLN akan mematikan sejumlah pembangkitnya. Pembangkit yang akan dimatikan itu adalah PLTU Suralaya unit 1, 2 dan 5, PLTU Tanjung Priok unit 3 dan 4, PLTGU Grati blok 1 dan 2, PLTU Gresik blok 2 , PLTU Muara Tawar blok 1 dan 2, PLTU Paiton milik Jawa Power unit 5, PLTU Paiton milik Paiton Energy unit 7, dan PLTU Tanjung Jati satu unit."Jadi semuanya yang pakai BBM semuanya mati," tegasnya. (mar/sss)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads