PLN Putuskan 5 Perusahaan Pasok Batubara

PLN Putuskan 5 Perusahaan Pasok Batubara

- detikFinance
Rabu, 18 Okt 2006 20:48 WIB
Jakarta - PLN telah memutuskan lima perusahaan akan memasok kebutuhan batubara untuk crash program yang besarnya mencapai 25 juta ton per tahun. Kelima perusahaan itupun telah menandatangani letter of intent (LoI) dengan PLN untuk memasok batubara PLTU 10 Ribu MW.Namun kelima perusahaan itu hanya mampu untuk memenuhi kebutuhan batubara sebanyak 85 persennya saja. Sebanyak 15 persen sisanya akan dilakukan tender ulang oleh PLN.Kelima perusahaan itu adalah PT Surya Sakti Darma Kencana (Kalsel) sebanyak 522 ribu ton per tahun, PT Bara Mutiara Prima (Sumsel) 2,328 juta per tahun, konsorsium Kasih Industri Indonesia dan Sena Mas Energi Indo Mulya (Kalsel) memasok 4,59 juta ton per tahun, PT Titan Mining Energy (Jambi) memasok 3,445 juta ton per tahun dan konsorsium Arutmin dan PT Darma Henwa akan memasok 10,234 juta ton per tahun."PLN melakukan penandatangan letter of intent bersama dengan sejumlah perusahaan pemasok batubara untuk PLTU batubara dalam rangka crash program," kata Deputi Direktur Energi Primer PLN Tony Agus, di Kantor PLN Pusat Jalan Trunojoyo, Jakarta, Rabu (18/10/2006).Menurutnya, dengan total kebutuhan batubara untuk semua pembangkit PLN mencapai 25 juta ton tiap tahunnya. "Dengan adanya LoI ini maka kebutuhan itu paling tidak 85 persennya sudah dapat dipenuhi," tukasnya.Sisa kebutuhan 3,8 juta ton per tahun dari kebutuhan 25 juta ton per tahun akan dilakukan tender kembali, atau tender tambahan pada Januari 2006 mendatang. "Ya sisanya akan kita tenderkan untuk penuhi kebutuhan seluruhnya," ujarnya.Tony mengatakan, harga yang telah disepakati untuk pasokan batubara itu berkisar antara Rp 239.000 hingga Rp 275.000 per ton.Tony mengatakan, Indonesia memiliki cadangan batubara jenis lignite terbesar sebanyak 58 persen dan batubara subbitunminous sebanyak 27 persen, bitunminous 14 persen, dan anthracite kurang dari 1 persen.Dikatakan Tony, cadangan batubara belum banyak diekploitasi. Padahal secara teknis telah terbukti pembangkit batubara lignite sudah bisa dibangun dengan kapasitas tinggi hingga sebesar 1.000 MW. (mar/mar)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads