Surabaya & Gresik Bakal Dapat Gas dari Lapangan Maleo
Kamis, 19 Okt 2006 00:12 WIB
Jakarta - Produksi dari proyek gas yang berasal dari Lapangan Maleo di lepas pantai Madura, Jawa Timur, diresmikan Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro. Proyek ini merupakan proyek gas lepas pantai Santos, perusahan Australia yang memulai kegiatan produksi pertamanya di Indonesia. Dari proyek Maleo yang bernilai US$ 75juta atau sekitar Rp 689,25 miliar ini akan disalurkan produk gas kepada PT Perusahaan Gas Negara (PGN) berdasarkankontrak yang ditandatangani pada tanggal 31 Mei 2005.Gas dari Lapangan Maleo diproduksi dari sebuah unit produksi bergerak lepas pantai atau Mobile Offshore Production Unit (MOPU) ditunjang enam sumur yang dihubungakn dengan pipa sepanjang 7,4 kilo meter menuju jaringan pipa gas Jawa Timur untuk didistribusikan ke kawasan Surabaya dan Gresik.Mulai Oktober 2006 seluruh pelanggan PGN di Jawa Timur dapat memakai gas 100% dari volume terkontrak, dan sistem kuota bagi pelanggan PGN ditiadakan.Demikian isi siaran pers yang diterima detikcom dari BP Migas usai peresmian yang dilakukan di Departemen ESDM, jakarta (18/10/2006).Lapangan Maleo terletak di kontrak kerjasama (KKS) lepas pantai selat madura 140 kilometer ke arah timur dari Surabaya. KKS tersebut ditandatangani pada 4Desember 1997 dengan mitra Santos di blok tersebut antara lain Petronas lewat anak perusahaannya Petronas Carigali Madura Ltd dengan komposisi saham Santos(madura offshore) Pty Ltd (operator) 67.5%, PC Madura Ltd 22.5%, PT Pantai Madura (masih dalam tahap akhir penyelesaian dokumen) 10%.Lapangan ini diperkirakan memiliki 241 milyar kaki kubik cadangan gas terbukti dan terkira serta dapat memberikan pendapatan sesuai dengan nilai kontrakUS$586 juta dengn masa operasi 8 hingga 12 tahun.Gas akan dipasok dengan laju rata-rata hingga 110 juat kaki kubik perhari dan diharapkan dapat beroperasi laju maksimum sekitar 5 tahun.
(arn/nvt)











































