Antisipasi Gejolak Harga, Stok Beras 3 Bulan Disiapkan
Kamis, 19 Okt 2006 01:44 WIB
Jakarta -
Mengantisipasi gejolak harga memasuki lebaran, Perum Bulog telah menyiapkan stok beras selama tiga bulan distribusi di tiap-tiap daerah. Bulog pun menyatakan siap melakukan operasi pasar (OP) beras di empat provinsi."Kami sudah meneruskan perintah OP kepada Divre Bulog di empat daerah yang membutuhkan. Harga OP beras ditetapkan Rp 200 per kg di bawah harga eceran tetap (HET) di daerah setempat," kata Direktur Utama Perum Bulog Widjanarko Puspoyo.Hal itu disampaikan dia di sela-sela buka puasa bersama di Gedung Bulog, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (18/10/2006).Widjanarko mengingatkan mulai bergeraknya para spekulan beras pada pasca lebaran, atau masa paceklik pada November 2006 hingga Januari 2007. Dia pun telah melaporkan masalah gejolak harga kepada Presiden Susilo BY pada rapat kabinet paripurna."Presiden SBY, menegaskan perlunya pengadaan maksimal dari dalam negeri, tetapi jika tidak memungkinkan bisa saja diimpor dari luar negeri," kata dia.Lanjut dia, SBY menilai impor beras merupakan masalah politik tetapi juga harus dilihat secara obyektif. Sekarang, rata-rata harga beras berada di level stabil tinggi yakni Rp4.500 per kg (beras setara kualitas cadangan beras pemerintah). Harga tertinggi, kata Widjanarko, terjadi di Kalteng yakni Rp6.200 per kg. Tetapi harga beras kualitas medium versi Badan Pusat Statistik (BPS) rata-ratamencapai Rp6.000 per kg."Kendati tinggi harga yang terjadi, tetapi masih dalam batas toleransi," imbuh Widjanarko.Dia pun mengingatkan kemungkinan terjadinya kemunduran masa tanam dan panen, karena hujan diperkirakan Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) baru merata di Jawa pada Desember."Berarti beras baru mulai masuk pasar pada Maret atau setidaknya mundur dua bulan dibandingkan kondisi normal. Pada saat itu, Bulog akan kesulitan melakukan pengadaan pada November-Maret," keluhnya.Seperti diketahui, Menteri Perdagangan (Mendag) Mari Elka Pangestu menyatakan ada empat provinsi yang meminta dilakukan OP. Keempat daerah tersebut adalah Papua, Irian Jaya Barat, Kalimantan, dan Bengkulu.
(arn/nvt)










































