Meski Gedung Pusat Pertamina Kebakaran, Stok BBM Aman

Meski Gedung Pusat Pertamina Kebakaran, Stok BBM Aman

- detikFinance
Kamis, 19 Okt 2006 02:11 WIB
Jakarta - Meskipun Gedung Pusat Pertamina mengalami kebakaran, Departemen ESDM meyakinkan stok BBM nasional per 18 Oktober mencapai rata-rata 23,7 hari. Dengan demikian, status BBM nasional aman."Status BBM nasional aman, rata-rata 23,7 hari. Itu meliputi premium 16,8 hari, minyak tanah 36,1 hari, dan solar 23,1 hari," jelas Dirjen Migas Luluk Sumiarso.Hal itu disampaikan dia saat konferensi pers kesiapan sektor ESDM menghadapi hari raya Idul Fitri 1427 H di Departemen ESDM, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (18/10/2006).Ditambahkan dia, permintaan premium mengalami kenaikan, khususnya di jalur Jakarta-Merak sebesar 10%, dan jalur Pantura 19%. Sedangkan di Jawa Timur belum mengalami lonjakan.Sementara itu ditempat yang sama Direktur Niaga dan Hilir PT Pertamina Hanung Budya menambahkan Pertamina telah memiliki pola reguler, alternatif dan emergency supply dengan menyediakan kantong-kantong BBM melalui mobil tangki isi di wilayah tertentu."Untuk Avtur stok 33 hari, elpiji 20 ribu ton yang cukup untuk konsumsi 7 hari. Untuk kebutuhan minyak tanah sudah disiapkan minyak tanah untuk dipakai operasi pasar. Kami juga meminta para penjual elpiji pada hari H tetap buka dengan cara pasif," kata Hanung.Ketersedian BBM ini diprioritaskan untuk kota besar serta lokasi yang menjadi source bagi daerah lainnya."Semua SPBU di jalur utama arus mudik lebaran melayani konsumen 24 jam dan menempatkan mobil tanki sebagai cadangan stok di SPBU tertentu. Mengatur jalurpelayanan SPBU dibedakan antara sepeda motor dan mobil untuk mengantisipasi lonjakan jumlah sepeda motor," jelas Hanung.Antisipasi Lumpur PorongPertamina akan menerapkan pola emergensi untuk mengantisipasi lumpur Porong, Sidoarjo, Jawa Timur untuk angkutan ke wilayah Jatim bagian selatan."Kondisi normal suplai poin dari Surabaya dari DepotMalang melalui kereta api. Tetapi bila lintasan kereta api tidak dapat dilalui maka untuk wilayah Malangtetap memakai jalur kereta api dengan perubahan trayek Surabaya- Mojokerto-Kediri-Tulung Agung-Blitar-Malang serta menghidupkan angkutan via iso tank darat," papar Hanung.Untuk daerah Pasuruan dan Probolinggo, BBM akan dipasok dari Tanjung Wangi. Dan untuk memantau kelancaran distribusi BBM, Badan Pengatur Hilir (BPH) Migas membuka posko di Jl Pierre Tendean no 28 Jakarta Selatan dan call center di 0811824429. (arn/nvt)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads