Kakao Kena 'Diskriminasi', RI Ajukan Technical Assistance

Kakao Kena 'Diskriminasi', RI Ajukan Technical Assistance

- detikFinance
Kamis, 19 Okt 2006 16:57 WIB
Jakarta - Untuk memenuhi standar, Indonesia akan meminta bantuan technical assistance pengolahan kakao ke pemerintah Amerika Serikat (AS).Pasalnya, selama ini produk kakao asal Indonesia memang dikenal sulit memenuhi standar kualitas negara tujuan ekspor karena kebanyakan dalam bentuk yang belum difermentasi. Akibatnya, selain dikenakan bea masuk yang tinggi, seperti di Amerika Serikat dan Uni Eropa, produk kakao juga langsung ditolak. "Memang belum diajukan secara resmi, tapi kita harapkan itu dapat memperbaiki kualitas kakao kita," kata Mendag Mari Elka Pangestu di Departemen Perdagangan, Jakarta, Kamis (19/10/2006). Dengan produksi sekitar 450 ribu ton per tahun, Indonesia adalah penghasil biji kakao terbesar ketiga di dunia, setelah Pantai Gading yang memproduksi sebanyak 1,3 juta ton dan Ghana dengan jumlah produksi 500 ribu ton. Technical assistance ini, lanjut Mari, nantinya tidak diberikan dalam bentuk kerja sama bilateral. Namun pemerintah melalui Departemen Perdagangan menyusun program road map pengembangan kakao dan produk turunnannya. Dalam road map kakao tersebut, berbagai permasalahan dalam industri kakao seperti bibit, hama penyakit dan penanganan pascapanen dirumuskan. Dijelaskan Mendag, ketentuan mengenai kualitas produk impor yang diterapkan di Amerika Serikat lebih rendah dibandingkan ketentuan di negara-negara Uni Eropa. Namun demikian, lanjut Mendag, Indonesia tetap harus memperbaiki kualitas produk kakao di dalam negeri. "Termasuk juga sorting dari produknya sendiri supaya tidak campur aduk dengan batu, kotoran, dan segala macamnya. Katanya saat ini hal itu belum diperhatikan, makanya kita mulai dari situ dulu," jelasnya.Terkait dengan program pengembangan dan peningkatan kualitas kakao nasional, sebelumnya Mendag mengatakan pemerintah akan mengupayakan pendanaan dari Bank Dunia, APBN, serta kemitraan dengan pihak swasta. Selain kakao, pemerintah juga telah menyusun road map pengembangan komoditas udang, sepatu serta tekstil dan produk tekstil. (arn/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads