Permintaan BBM Jalur Pantura Naik 80 Persen
Jumat, 20 Okt 2006 14:26 WIB
Cikampek - Permintaan BBM di jalur Pantai Utara (Pantura) melonjak tajam. Konsumsi BBM di jalur mudik ini melonjak hingga 80 persen.Kepala Divisi BBM PT Pertamina (Persero) Djaelani Sutomo dalam siaran persnya yang diterima detikcom, Jumat (20/10/2006) memastikan Depot Cikampek sebagai salah satu depot penyangga kebutuhan BBM jalur Pantura berada dalam kondisi sangat aman untuk memenuhi peningkatan permintaan.Menurut Djaelani, kebutuhan BBM di jalur Pantura rata-rata mengalami kenaikan hampir 80 persen. "Artinya mulai H minus 7 pemudik sudah mulai mengalir menuju arah timur," ujarnya. Sedangkan kebutuhan BBM untuk Jawa Tengah meningkat 45 hingga 50 persen, dan itu merupakan peningkatan yang cukup tinggi. Untuk jalur selatan, kebutuhan BBM masih relatif rendah dengan rata-rata peningkatan kebutuhan di kisaran 10 persen.Sedangkan untuk konsumsi BBM di Jawa Timur yang merupakan imbas terakhir perjalanan arus mudik mengalami kenaikan hingga 17 persen. Lebih lanjut Djaelani mengatakan, ketahanan stok BBM di Depot Cikampek pada saat ini sangat aman. Stok untuk premium 23 hari, solar 25 hari, dan minyak tanah 28 hari. Depot Cikampek menerima pasokan BBM dari Kilang Balongan yang dihubungkan secara langsung melalui jalur pipa.Saat ini Depot Cikampek memasok kebutuhan BBM untuk empat wilayah, yakni Purwakarta, Subang, Karawang, dan Bekasi. Depot ini merupakan depot terbaru Pertamina yang dilengkapi dengan sistem kartu elektronik dan otomatisasi, sehingga semua BBM yang dipasok dari depot ini telah mengadopsi sistem zero losses.Melalui sistem ini, konsumen hanya membayar sejumlah BBM yang diterima. Depot Cikampek memiliki 3 tangki premium 10.000 kiloliter (KL), 3 tangki minyak solar 11.500 KL, dan 3 tangki minyak tanah 5.000 KL, sehingga jumlah total kapasitas depot 79.500 KL. Keberadaan Depot Cikampek sangat membantu pemenuhan kebutuhan BBM, khususnya pada saat mudik Lebaran. Jadi semua suplai BBM untuk wilayah Pantura yakni Pamanukan ke timur dapat terpenuhi dengan maksimal."Dulu, BBM semua di suplai langsung dari Plumpang sehingga banyak menyebabkan kekurangan pasokan BBM di beberapa tempat. Hal itu terjadi karena jalur yang ditempuh lebih panjang dan macet oleh arus mudik. Sehingga mengakibatkan keterlambatan pasokan BBM," papar Djaelani.
(mar/sss)











































