Kontrak Baru Gas Blok Natuna Akan Berbeda
Jumat, 20 Okt 2006 14:48 WIB
Jakarta - Pemerintah memastikan jika Exxon ingin tetap mengembangkan lapangan gas di Blok Natuna D-Alpha maka harus dilakukan dengan kontrak baru. Kontrak baru itu akan berbeda dengan kontrak lama yang sudah habis itu."Harga gas ada hubungannya dengan minyak. Dulu masih US$ 15 , sekarang kan harganya sudah US$ 65. Tentu berbeda. Tentu hal-hal legal seperti itu akan kita bicarakan kembali," kata Wakil Presiden M Jusuf Kalla di Istana Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (20/10/2006).Nantinya, kata Wapres, masalah ini akan diputuskan oleh presiden. "Tentu paling penting bagaimana daerah Natuna itu dapat menghasilkan gas untuk kepentingan bangsa yang lebih besar," ujarnya. Dipastikan kontrak baru itu nantinya tidak akan sama dengan kontrak yang lama. "Tidak seperti perjanjian semula bahwa Exxon itu mendapat 100 persen dan Indonesia 0," ujarnya. Kenapa bagi hasilnya 0? "Itu terjadi karena waktu itu berpegang pada kepentingan nasional," cetusnya. Tapi yang pasti saat ini pemerintah sudah menyatakan kontrak yang sudah dinyatakan telah habis. Untuk melanjutkannya lagi mesti ada pembicaraan lanjutan. "Tentu akan kita negosiasikan lagi. Kita tentu akan memberikan kesempatan pertama pada Exxon untuk bicara tentang hal tersebut," cetusnya.
(mar/nrl)











































