Warga Jogya Serbu Pusat Perbelanjaan

Warga Jogya Serbu Pusat Perbelanjaan

- detikFinance
Jumat, 20 Okt 2006 16:53 WIB
Yogyakarta - Lebaran inggal beberapa hari lagi. Warga Yogyakarta mulai menyerbu sejumlah pasar dan pusat perbelanjaan di Kota Yogyakarta. Tujuannya hanya satu untuk membeli pakaian dan persedian makanan untuk keperluan lebaran nanti.Berdasarkan pantauan detikcom Jumat (20/10/2006) di kawasan Malioboro dan Jl Urip Sumoharjo juga banyak didatangi para pemudik dari luar kota maupun warga Yogyakarta sendiri yang hendak berbelanja. Beberapa pusat perbelanjaan seperti Malioboro Mal, Ramai Mal dan para pedagang kaki lima di sepanjang Jalan Malioboro juga dipenuhi pembeli. Hampir semua toko atau mal baik di kawasan Malioboro dan Urip Sumoharjo menggelar acara diskon besar-besaran.Di kawasan pertokoan di Jl Urip Sumoharjo dan Galeria Mal juga dipadati pengunjung. Akibatnya arus lalu-lintas di dua kawasan itu macet karena banyak orang yang hendak berbelanja ditempat tersebut. Semua kendaraan tidak bisa melaju dengan kencang dan harus berjalan pelan di bawah cuaca panas yang terik. Sedangkan di Pasar Beringharjo, semua pintu masuk pasar bagian baik dari depan, samping hingga belakang dijubeli warga yang hendak berbelanja hingga harus rela berdesak-desakan. Demikian pula tempat parkir kendaraan di sisi selatan dan belakang pasar juga dipenuhi ratusan kendaraan roda dan empat.Di Pasar Beringharjo, kios-kios yang dipenuhi pembeli adalah los pedagang pakaian batik dan pakaian muslim. Di tempat itu orang berjubel hingga mulai dari pintu masuk hingga tangga lantai dua. Sedang kios lain yang juga dipenuhi pembeli adalah kios bahan makanan dan aneka oleh-oleh seperti emping melinjo dan kacang mete yang ada di lantai satu dan dua bagian belakang.Salah seorang pedagang pakaian, Ny Sumiyati (55) di los 5 lantai I Beringharjo kepada detikcom mengatakan sejak pertengahan puasa omset penjualan pakaian meningkat dua kali lipat dibandingkan sebelum bulan puasa. Pada bulan puasa ini setiap hari sedikitnya 2 kodi (40 potong) pakaian muslim pria dan wanita terjual habis. Demikian pula hem batik, baju daster, kerudung juga mengalami peningkatan penjualan. "Paling banyak orang mau beli baju muslim baik baju koko dan baju panjang untuk wanita. Sebagian lagi baju bahan batik. Semua pedagang pakaian di sini banyak ketiban rezeki karena pembelinya banyak," katanya.Dia mengatakan harga pakaian muslim maupun batik yang dijual juga bermacam macam mulai dari yang paling murah Rp 25 ribu/buah hingga paling mahal Rp 200 ribu/buah. Karena tingginya permintaan, dia sempat mengambil langsung dari para pemilik konveksi di Klaten dan Solo. Diperkirakan hingga hari Minggu besok, omzet penjualan pakaian akan terus meningkat dan setelah lebaran akan kembali normal lagi. "Kalau sebelumnya jam 4 sore sudah tutup, beberapa hari ini kami baru bisa tutup jam 5 sore karena pembeli masih banyak," katanya. (mar/mar)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads