Program Kemiskinan Dikonsolidasikan dalam APBN Mulai 2007

Program Kemiskinan Dikonsolidasikan dalam APBN Mulai 2007

- detikFinance
Selasa, 31 Okt 2006 09:52 WIB
Jakarta - Mulai tahun 2007, pemerintah akan mengkonsolidasikan program-program kemiskinan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Selama ini program-program itu dinilai tidak efektif.Hal tersebut disampaikan Menko Perekonomian Boediono dalam pertemuan dengan pemimpin redaksi media massa di Hotel Darmawangsa, Jakarta, Senin (30/10/2006)."Banyak sekali uang di APBN itu tersebar dimana-mana dengan judul kemiskinan di sektor ini, di sektor ini. Ini tidak efektif, kita akan konsolidasikan," tegasnya.Pemerintah akan memfokuskan pada program-program kemiskinan yang selama ini telah terbukti berhasil mengentaskan kemiskinan. Dan alokasi dana pun akan ditambah.Boediono mengakui salah satu faktor penyebab kemiskinan yang meningkat karena pengaruh kenaikan harga beras yang mancapai 33 persen sejak awal tahun 2006.Rumah tangga miskin, menurutnya, 30 persen pengeluarannya digunakan untuk membeli beras, sementara rumah tangga hampir miskin (near poor) 22-24 persen pengeluarannya adalah untuk membeli beras."Jadi kalau ada kenaikan beras 33 persen jelas akan mendorong orang ini di bawah garis kemiskinan," jelasnya.Dalam pertemuan tersebut para pimpinan redaksi media massa menyoroti masalah urbanisasi yang kembali melanda ibukota Jakarta pasca lebaran. Mereka meminta pemerintah memikirkan upaya untuk mengurangi perpindahan masyarakat dari desa ke kota.Menurut Boediono, masalah urbanisasi adalah suatu masalah yang tidak bisa dihindari. Salah satu cara menahan masyarakat di pedesaan adalah dengan menciptakan lapangan pekerjaan di pedesaan."Dan itu tidak harus di sektor pertanian. Income penduduk desa lebih dari 40 persen berasal dari non pertanian, artinya itu ada potensi penyediaan income yang besar," ujarnya. (ddn/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads