Pemerintah Tagih Janji PLN Cabut Tarif Multiguna
Selasa, 31 Okt 2006 11:13 WIB
Jakarta - Pemerintah menunggu janji Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang akan mencabut tarif multiguna 3 minggu setelah Lebaran.Pencabutan tarif multiguna untuk membantu investasi industri akan kembali menggeliat.Sejak PLN menerapkan tarif multiguna, perluasan investasi industri mandek karena pelaku industri terbebani biaya operasi yang sangat besar.Rencana pencabutan tarif multiguna keluar setelah adanya pertemuan antara Menteri Perindustrian dan Direktur Pemasaran dan Niaga PLN sebelum libur Lebaran."Pertemuan membahas keluhan industri akan tingginya tarif multiguna Rp 1.380 per kwh, padahal yang lama tarifnya hanya Rp 450/kwh yang berarti tarifnya naik tiga kali lipat untuk penyambungan baru," kata Dirjen Industri Logam, Mesin, Tekstil dan Aneka Departemen Perindustrian (Depperin) Ansari Bukhari, ketika dihubungi detikcom, Selasa (31/10/2006). Dalam pertemuan itu, ungkap Ansari, PLN sepakat menghapus tarif multiguna seiring dengan sudah diresmikannya proyek pembangkit listrik Tanjung Jati B dan beberapa proyek lainnya."PLN janjikan 2-3 minggu setelah Lebaran mulai berlaku ketetapan penghapusan tarif multiguna," ujarnya.Selama ini, jelas Ansari, rata-rata pengusaha menunda mengoperasikan perluasan investasinya karena terganjal tarif multiguna. Dengan pencabutan tarif ini, diharapkan triwulan IV-2006 kondisi industri menjadi lebih baik dan dampaknya pada tahun 2007 target pertumbuhan industri dapat tercapai."Karena beberapa perusahaan telah menyatakan siap mengoperasikan pabrik perluasannya langsung setelah PLN mencabut tarif multiguna," tutur Ansari.
(ir/nrl)











































