Pasokan Anjlok 79%, Harga Beras Mulai Naik
Selasa, 31 Okt 2006 14:54 WIB
Jakarta - Kekeringan yang melanda beberapa wilayah di Indonesia berdampak pada turunnya pasokan beras yang berimbas bagi kenaikan harga beras.Berdasarkan laporan pantauan harga dan distribusi barang kebutuan pokok Departemen Perdagangan, Selasa (31/10/2006), tercatat pasokan beras di Pasar Induk Beras Cipinang pada tanggal 29 oktober 2006 hanya 26 ribu ton. Angka ini anjlok hingga 79,03 persen dibandingkan pasokan hari sebelumnya pada 28 September 2006 yang masih mencapai 124 ton.Sedangkan pasokan rata-rata beras per hari pada bulan Oktober 2006 sebesar 1.353 ton, atau lebih rendah 25,87 persen dibanding pasokan rata-rata per hari bulan September 2006 sebesar 1.825 ton.Sementara perkembangan harga beras nasional setara dengan kualitas medium IR-64 II di 30 kota selama satu minggu terakhir dibandingkan harga rata-rata selama 3 bulan sebelumnya (31 Juli-31 Oktober 2006) secara nasional mengalami kenaikan sebesar 0,81 persen.Harga beras kualitas medium tertinggi terjadi di Jambi sebesar Rp 4.750 per kilogram (kg) dan terendah di Bandung sebesar Rp 4.200/kg. Sementara harga beras di tingkat grosir Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) pada 30 Oktober 2006 untuk IR-64 I sebesar Rp 4.350/kg, IR-64 II sebesar Rp 4.150/kg, IR-64 III sebesar Rp 3.900/kg, Muncul I sebesar Rp 4.450/kg, Muncul II sebesar Rp 4.250/kg dan Muncul III sebesar Rp 4.000/kg.Sebelumnya Menko Perekonomian Boediono mengingatkan, bagaimana faktor cuaca masih sangat mempengaruhi persediaan pangan. "Hanya satu yang kita waspadai sampai sekarang masih kita lihat dalam jangka pendek, risiko faktor kekeringan yang berdampak pada persediaan makanan. Indonesia masih sangat tergantung irama ekonominya terhadap cuaca," ingat Menko.
(arn/ir)











































