BBM Industri November Turun Hingga 13%

BBM Industri November Turun Hingga 13%

- detikFinance
Selasa, 31 Okt 2006 15:59 WIB
Jakarta - Dalam tiga bulan berturut-turut harga BBM industri kembali turun. Untuk harga BBM industri bulan November 2006 mengalami penurunan hingga 13 persen."Hampir semua BBM industri turun mulai 3,8 hingga 13 persen," kata Kepala Divisi BBM Pertamina, Djaleni Sutomo saat dihubungi detikcom, Selasa (31/10/2006).Penurunan BBM non subsidi ini cukup bervariasi yakni premium turun 11,4 persen, minyak tanah turun 8,1 persen, minyak solar turun 8,2 persen, minyak diesel turun 13,2 persen dan minyak bakar turun 3,8 persen."Tren penurunan produk BBM pada November disebabkan oleh penurunan MOPS selama Oktober antara 6-13 persen dibanding periode sebelumnya, meski nilai tukar rupiah melemah 1 persen terhadap dolar AS," ujar Kadiv Humas Pertamina Toharso.Keputusan itu tertuang dalam Surat Keputusan Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina (Persero) No. Kpts-625/F00000/2006-S0 tentang Harga Jual Keekonomian Bahan Bakar Minyak Pertamina tanggal 20 Oktober 2006. Ketentuan itu berlaku untuk pelanggan selain sektor rumah tangga, usaha kecil, transportasi dan pelayanan.Penurunan harga BBM industri ini terkait dengan penurunan harga minyak MOPS di Singapura dan juga harga BBM di pasar dunia.Sementara penurunan yang mencolok pada premium karena di Eropa dan Cina memasuki musim dingin sehingga permintaan premium akan berkurang."Karena musim dingin di Eropa dan Cina, banyak warga yang tidak bepergian sehingga harga premium turun," kata Djaelani.Sementara harga BBM jenis premium dan solar bersubsidi bagi transportasi umum tidak mengalami perubahan yakni tetap Rp 4.500/liter untuk Premium dan Rp 4.300/liter untuk solar. Untuk harga minyak tanah bersubsidi untuk masyarakat dan industri kecil tetap sebesar Rp. 2.000/liter.Harga Pertamax TetapUntuk harga pertamax dan pertamax plus bulan November menurut Djaelani tidak mengalami perubahan.Harga pertamax masih Rp 4.850 per liter dan pertamax plus Rp 5.350 per liter. (mar/sss)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads