Pemerintah Kaji Kemungkinan Penurunan Harga BBM
Rabu, 01 Nov 2006 09:40 WIB
Jakarta - Turunnya harga minyak dunia yang saat ini dibawah US$ 60 per barel, membuat pemerintah akan mengevaluasi harga BBM bersubsidi akhir tahun ini.Nantinya akan diputuskan apakah harga BBM bersubsidi bisa diturunkan atau tidak."Kita terus mengevaluasi dan mengkaji terus. Ini tidak bisa diputuskan secara buru-buru, banyak aspek yang kita lihat," kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Purnomo Yusgiantoro.Hal itu disampaikan Purnomo, sebelum acara pembukaan Indonesia Infrastructure 2006 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Selasa (1/11/2006).Purnomo mengakui saat ini harga BBM industri (non subsidi) dengan harga BBM bersubsidi tidak terpaut jauh. Contohnya harga Pertamax yang saat ini sekitar Rp 4.850 per liter dengan premium bersubsidi yang sebesar Rp 4.500 per liter.Namun lanjut Purnomo, hal itu belum bisa dijadikan patokan untuk penurunan harga BBM bersubsidi. "Kita masih lihat perkembangan, tidak bisa perubahan harga dalam sebulan ini menjadi patokan perubahan harga," tandasnya.Purnomo mengungkapkan, elemen penentuan harga BBM bersubsidi tidak hanya dilihat dari harga Mean of Platts Singapore (MOPS) yang turun ataupun penurunan harga minyak dunia."Harga BBM subsidi kan include PPN dan PBBKB (Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor," tukas Purnomo.Purnomo mengakui, berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukannya beberapa waktu lalu harga BBM bersubsidi masih terhitung cukup tinggi. "Nanti lah kita akan lihat lagi hitung-hitungannya, karena bisa saja penurunan harga minyak hanya sementara waktu," ungkapnya.
(mar/ir)











































