Tak Ada Target Angka Dalam IS II

Tak Ada Target Angka Dalam IS II

- detikFinance
Rabu, 01 Nov 2006 15:52 WIB
Jakarta - Pemerintah tidak menargetkan berapa proyek infrastruktur yang akan laku dalam Infrastructure Summit (IS) II yang digelar 1-2 November. "Kita jangan menaargetkan angka, ini sebagai tempat bertemu para stakeholder, pemerintah, BUMN, kontraktor. Mereka mempunyai kepentingan macam-macam, dan kita menyiapkan proyeknya," ujar Menko Perekonomain Boediono daln jumpa pers di sela-sela IS II atau Indonesia Infrastructure 2006 di JCC, Rabu (1/11/2006). Boediono menjelaskan, proyek infrastruktur tidak semudah membeli baju yang bisa langsung diputuskan. Pengambilan keputusan untuk proyek infrastruktur memerlukan waktu yang lama. Pemerintah sendiri mendukung pembangunan infrastruktur dengan menyediakan dana sekitar Rp 2,7 dalam APBN 2006 sebagai benih untuk pembentukan Infrastruktur fund."Artinya itu sebagai seed money. Infrastruktur fund itu akan mengundang investor. Dan sudah ada multilateral agency yang berniat menambah infrastruktur fund," jelasnya.Menyusul ADBSetelah Bank Pembangunan Asia (ADB) menyatakan kesanggupannya membantu Indonesia, lembaga lainnya yakni Bank Dunia dan Japan Bank for International Cooperation (JBIC) memberikan komitmen serupa. Bank Dunia bisa menyediakan dana hingga US$ 1 milyar."US$ 500 juta untuk program asistance pemerintah bila membelanjakan untuk infrastruktur dan sisanya untuk proyek yang spesifik," ujar Kepala Perwakilan Bank Dunia di Indonesia Andrew Steer.JBIC juga bisa menyediakan hingga US$ 1 miliar asalkan pengusaha Jepang ikut berperan dalam proyek."Itu bisa direct loan, guarantee, asal BUMN yuang bekerja sama bisa menerbitkan obligasi yang dijamin," ujar Fumio Hoshi Senior Executive Director JBIC. (ddn/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads