Inflasi 2006 Lebih Baik dari Target APBN
Kamis, 02 Nov 2006 09:08 WIB
Jakarta - Inflasi pada tahun 2006 diyakini akan mencapai satu digit dan melampaui target APBN-P 2006 sebesar 8 persen. Berapa tepatnya, masih akan tergantung perkembangan dua bulan terakhir di tahun 2006 ini. "Kalau single-nya pasti, persoalannya di tujuh persen atau di bawah tujuh persen, kalau di bawah delapan persen sudah pasti, di dalam APBNP 2006 kan kita delapan persen," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani usai pelantikan pejabat eselon I dilingkungan Depkeu, di Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa(1/11/2006).Walau ada ekspetasi inflasi tinggi dengan adanya puasa dan hari raya Lebaran, angka inflasi Oktober 2006 tercatat hanya 0,86 persen. Sedangkan inflasi tahun kalender dari Januari sampai Oktober sebesar 4,96 persen.Dan secara year on year (yoy), inflasi mengalami penurunan tajam menjadi 6,29 persen, dibandingkan inflasi yoy pada September lalu yang tercatat 15 persen, akibat telah hilangnya faktor pembawa yaitu kenaikan harga BBM pada Oktober 2005 lalu.Sementara Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan mengatakan, meski ada tekanan harga-harga selama puasa, namun sejumlah wilayah di Indonesia tetap mencatat deflasi seperti Kendari yang mencatat deflasi 0,66 persen.Senada dengan Menkeu, Rusman menyakini inflasi hingga akhir tahun 2006 bisa di bawah 10 persen. "Bisa 8 persen, bisa juga 7 persen tergantung inflasi pada 2 bulan terakhir ini," jelasnya.Untuk Inflasi komponen inti pada bulan Oktober 2006 sebesar 0,72 persen, laju inflasi komponen inti tahun kalender 2006 sebesar 5,02 persen, dan laju inflasi komponen inti yoy sebesar 6,86 persen.
(hdi/qom)











































