Proyek PLTU 3000 MW Ditawarkan di Infrastructure Summit
Kamis, 02 Nov 2006 13:18 WIB
Jakarta - Proyek pembangunan 30 PLTU di luar Jawa dengan kapasitas 3000 MW ikut ditawarkan juga pada Infrastructure Summit yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC). Investor baik lokal maupun asing sangat berminat pada 30 proyek PLTU berbahan bakar batubara itu."Kita tawarkan dan sambutannya luar biasa. Banyak yang berminat dari hasil infrastructure summit kemarin hingga kini. Kita belum bisa sebut berapa tapi mereka berminat," kata Direktur Utama PLN Eddie Widiono di Departemen ESDM Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (2/11/2006).Edi menuturkan, semua proyek PLTU 3000 MW ini, selain ditawarkan melalui Infrastructure Summit, juga akan ditawarkan melalui tender terbuka setelah gelaran Infrastructure Summit selesai dilaksanakan. "Kita akan tetap buka dengan tender terbuka," katanya.Para investor, kata Eddie, sangat berminat karena saat ini sudah ada dukungan dari pemerintah berupa jaminan bagi terlaksananya pembangunan PLTU 10 ribu MW dalam rangka crash program. "Apalagi proyek di luar Jawa ini EPC (engineering, procurement, and construction-red) bukan IPP (independent power producer-red) seperti proyek pembangkit di Jawa yang sudah ditenderkan," tuturnya."Jadi wajar peminatnya sangat banyak," imbuhnya.Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro mengatakan, pihaknya sengaja hanya menawarkan proyek PLTU 3000 MW di luar Jawa pada Infrastructure Summit karena proyek PLTU 7000 MW di Jawa sudah ditenderkan. "Tidak mungkin kita menawarkan lagi karena sudah ditenderkan," katanya. Purnomo juga mengaku senang karena para investor sangat berminat sekali pada proyek infrastruktur di sektor energi dan sumber daya mineral. "Wah kemarin membeludak tuh. Dari banyak departemen, stand kami yang paling banyak dan penuh," ungkapnya.Namun Purnomo mengaku belum dapat menghitung berapa investor yang berminat di sektor energi dan sumber daya mineral. "Kita belum bisa katakan sekarang, kita masih evaluasi peminatnya berapa. Karena ini kan baru ditawarkan," tuturnya.
(mar/nrl)











































