Pasokan Batubara PLTU 1200 MW Musi Rawas Cukup

Pasokan Batubara PLTU 1200 MW Musi Rawas Cukup

- detikFinance
Jumat, 03 Nov 2006 11:46 WIB
Jakarta - Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro memastikan pasokan batubara untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Mulut Tambang di Musi Rawas Sumatera Selatan masih mencukupi. "PLTU Musi Rawas untuk memenuhi kebutuhan listrik di atas tahun 2010," kata Purnomo, di Departemen ESDM Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (3/11/2006).Pembangunannya, kata Purnomo, belum dapat diputuskan kapan namun akan diupayakan secepatnya. "Kemarin kan baru MoU, MoU juga masih non binding (tidak mengikat-red)," ujar Purnomo.Purnomo juga telah memerintahkan kepada Dirjen Mineral, Batubara dan Panas Bumi untuk menghitung-hitung cadangan batubaranya. "Saya minta Simon (Dirjen Dirjen Mineral, Batubara dan Panas Bumi-red) untuk lihat cadangan batubaranya," katanya.Namun Purnomo memperkirakan cadangan batubara untuk PLTU berkapasitas 1200 MW itu akan mencukupi. "Tapi kita mesti lihat dulu supply and demand balances-nya," cetusnya.PT PLN telah menandatangani MoU dengan konsorsium Sojitz, PT Triaryani dan AES Transpower untuk pembangunan PLTU Mulut Tambang 2X600 MW di Rawas Ilir, Sumatera Selatan. Investasi proyek ini akan memakan investasi sebesar US$ 2 miliar.Penandatanganan dilakukan Dirut PLN Eddie Widiono dengan pihak konsorsium yang disaksikan Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro di stan Departemen ESDM dalam Indonesia Infrastructure 2006 di Jakarta Convention Center (JCC) dua hari lalu. Proyek PLTU Mulut Tambang yang berbahan bakar batubara didukung pemerintah Jepang melalui Ministry of Economy, Trade and Industry (METI) dan pada tahun 2006 telah menyelesaikan studi Amdalnya. Pelaksanaan pembangunan proyeknya akan dilakukan AES Transpower dengan mitra lokal PT Triaryani. Sedangkan untuk pendanaannya dilakukan oleh perusahaan Jepang Sojitz.Dirut PLN Eddie Widiono usai penandatanganan menyatakan, PLN akan membeli listrik dari konsorsium berkisar antara 4,2 hingga 4,5 sen dolar per kWh. Menurutnya, pembangunan proyek ini adalah bagian dari independent power producer (IPP) yang memang tengah ditingkatkan oleh PLN. (mar/nrl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads